Prabowo Targetkan Swasembada Pangan, Guru Besar Universitas Jember Beri Solusi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 21 Oktober 2024 | 16:59 WIB
Guru Besar Universitas Jember Prof Achmad Subagio, PhD, menilai, cita-cita Prabowo sangat bagus, mulia, dan sangat penting guna mendukung ketahanan nasional. (Dok. Pontianak Globe)
Guru Besar Universitas Jember Prof Achmad Subagio, PhD, menilai, cita-cita Prabowo sangat bagus, mulia, dan sangat penting guna mendukung ketahanan nasional. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Prabowo Subianto menargetkan dalam empat atau lima tahun mendatang Indonesia harus swasembada pangan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato usai dilantik sebagai presiden RI periode 2024-2029 di depan Sidang MPR RI, Minggu, 20 Oktober 2024.

Baca Juga: Tancap Gas, Prabowo Langsung Umumkan Kabinet di Hari Pelantikan, Begini Kata Pengamat

Guru Besar Universitas Jember Prof Achmad Subagio PhD, menilai, cita-cita Prabowo sangat bagus, mulia, dan sangat penting guna mendukung ketahanan nasional.

“Namun, fakta hari ini adalah sistem pangan kita saat ini menjadi tantangan berat untuk mewujudkan cita-cita Pak Prabowo tersebut,” ujar Subagio, Minggu, 20 Oktober 2024.

Dia menjelaskan, kebijakan pangan selama ini menekankan pada komoditas mayoritas dalam hal ini padi. Akhirnya, komoditas pangan lainnya terabaikan.

Mengutip pernyataan Prabowo, Subagio mengatakan, pemerintahan yang baru akan menghidupkan semua potensi pangan yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga: Tak Kaleng-kaleng Pimpinan Negara Terkemuka Hadiri Pelantikan Prabowo, Pengamat Pastikan Bukti Diplomasi yang Dibangun Selama Ini

“Berarti akan ada yang berubah dalam paradigma pembangunan pangan nasional. Dari semula ada komoditas prioritas menjadi pengembangan komoditas potensial daerah,” tuturnya.

Jika demikian, doktor lulusan Jepang ini mengatakan, pembangunan pertanian di era Prabowo akan sangat spasial.

“Artinya, daerah punya keunggulan dan keunggulan itu yang diangkat, tidak diseragamkan seperti sekarang. Saya di titik ini sangat sepakat,” tegasnya.

Sebab, lanjut dia, dengan mendorong pengembangan potensi pangan lokal, pemerintah tidak perlu memodifikasi sumberdaya alam yang ada di daerah itu. Dengan demikian, investasi pemerintah tidak besar.

Baca Juga: BRI Bawa 5 UMKM ke Pameran Internasional Amazing Indonesia di Jeddah, Semakin Sukses Membuat Usaha Mikro go Global

“Dalam pidato tadi Pak Prabowo menyebut singkong, sagu, dan komoditas unggulan lainnya,” sambungnya.

Guru besar yang biasa disapa Bagio ini mengungkapkan, Indonesia telah ketinggalan dalam pengembangan komoditas pangan non padi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X