Prabowo Targetkan Swasembada Pangan, Guru Besar Universitas Jember Beri Solusi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 21 Oktober 2024 | 16:59 WIB
Guru Besar Universitas Jember Prof Achmad Subagio, PhD, menilai, cita-cita Prabowo sangat bagus, mulia, dan sangat penting guna mendukung ketahanan nasional. (Dok. Pontianak Globe)
Guru Besar Universitas Jember Prof Achmad Subagio, PhD, menilai, cita-cita Prabowo sangat bagus, mulia, dan sangat penting guna mendukung ketahanan nasional. (Dok. Pontianak Globe)

Dia menyebut singkong, misalnya. Di era 1960 sampai 1980 Indonesia adalah raja singkong dunia, baik produksi maupun perdagangan.

Baca Juga: Pidato Perdana Prabowo sebagai Presiden, Tegas Suarakan Pemberantasan Korupsi

“Tetapi, sekarang sudah kalah jauh dengan Thailand. Bahkan, Indonesia meluncur jauh di bawah Vietnam,” ungkapnya.

Jika Prabowo hendak mendorong pengembangan komoditas pangan non padi, Bagio memberi sejumlah masukan.

Antara lain, pentingnya intervensi berupa subsidi pada aspek input atau output atau pada kedua aspek tersebut. Dengan demikian, petani terlindungi dari sisi input, atau output, atau kedua-duanya.

Sebab, kata Bagio, jika pemerintah tidak dilindungi pada aspek input, atau output, atau kedua-duanya, maka produk yang dikembangkan itu akan kalah bersaing.

“Supaya petani untung, industri pengolahannya, baik intermediete product atau produk akhir, semua untung. Mereka mendapatkan bahan baku berkualitas, terjangkau, dan kontinyu,” ujar pria kelahiran Kediri ini.

Pada aspek produksi, untuk pengembangan singkong, misalnya, pemerintah tidak perlu investasi bendungan atau irigasi sebesar untuk produksi beras.

“Maka penghematan pemerintah banyak. Di situlah negara hadir untuk melindungi petani-petani pangan lokal, seperti singkong,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X