Peringatan Keras Prabowo! Menteri Harus Transparan, Jangan Cari Untung dari APBN

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 16 Oktober 2024 | 05:05 WIB
Prabowo Subianto menghadiri acara 'Forum Legislator PKB' yang berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Prabowo Subianto menghadiri acara 'Forum Legislator PKB' yang berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh partai politik yang tergabung, serta yang berencana bergabung, dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Ia menegaskan bahwa jika kader partai ditugaskan sebagai menteri, mereka tidak boleh memanfaatkan posisi tersebut untuk mencari keuntungan pribadi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga: Profil Lengkap Anggika Bolsterli, Aktris Muda yang Resmi Menikah dengan Omar Armandiego Soeharto

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara 'Forum Legislator PKB' yang berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2024.

“Saya sudah sampaikan kepada semua partai yang ingin bergabung dalam koalisi saya. Secara terang-terangan, saya katakan kepada para Ketua Umum dan perwakilan partai, jangan tugaskan menteri-menteri yang saudara tunjuk untuk mencari uang dari APBN atau APBD,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Shahnaz Soehartono, Memutuskan Bercerai Setelah 10 Tahun Menikah, Begini Kisahnya

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa di era modern ini, setiap langkah dan keputusan pejabat negara dapat diawasi dengan mudah, mengingat perkembangan teknologi digital yang memungkinkan transparansi penuh kepada publik.

“Sekarang adalah era digital, era teknologi, pengawasan bisa dilakukan dengan sangat cepat. Jadi jangan coba-coba,” imbuhnya dengan tegas. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X