Kisah Penyintas Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki Bawa Nihon Hidankyo Menang Nobel Perdamaian

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 04:05 WIB
Nihon Hidankyo juga dikenal sebagai Hibakusha merupakan gerakan akar rumput para penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki. (nobelprize.org)
Nihon Hidankyo juga dikenal sebagai Hibakusha merupakan gerakan akar rumput para penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki. (nobelprize.org)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kelompok penyintas bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Nihon Hidankyo, berhasil meraih penghargaan Nobel Perdamaian 2024.

Setelah hampir delapan dekade sejak pengeboman atom di Jepang pada 1945, kelompok ini menerima Nobel Perdamaian atas dedikasi mereka dalam memperjuangkan dunia bebas dari senjata nuklir, seperti yang dilaporkan oleh The Guardian, Jumat, 11 Oktober 2024.

Baca Juga: Momen Haru Paula Verhoeven Bertemu Kenzo di Hari Ulang Tahun Setelah Gagal Beri Kejutan

Nihon Hidankyo, yang merupakan Konfederasi Organisasi Korban Bom A dan H Jepang, menerima penghargaan ini satu tahun sebelum peringatan 80 tahun tragedi Hiroshima dan Nagasaki.

Penghargaan tersebut juga hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai potensi penggunaan senjata nuklir.

Menurut Panitia Nobel, Nihon Hidankyo layak menerima penghargaan ini atas upayanya dalam menciptakan dunia tanpa senjata nuklir, serta melalui kesaksian para penyintas, yang dikenal sebagai hibakusha, mereka telah menunjukkan bahwa senjata nuklir tidak boleh digunakan lagi.

Kesaksian hibakusha—penyintas pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat pada Agustus 1945—telah berperan penting dalam membangun dan memperkuat penolakan global terhadap senjata nuklir.

Kisah-kisah pribadi mereka digunakan untuk membangun kampanye pendidikan dan memberikan peringatan serius tentang bahaya penyebaran senjata nuklir.

Baca Juga: Kisah Sukses Desi, dari Karyawan Minimarket hingga Pemilik Toko Kelontong Berkat AgenBRILink

"Para *hibakusha* membantu kita memahami hal yang tak terbayangkan dan merasakan penderitaan yang tak terlukiskan akibat senjata nuklir," ujar panitia Nobel.

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, yang saat itu menghadiri KTT Asia Timur di Laos, menyatakan, "Sangat berarti bahwa organisasi yang terus berjuang menghapus senjata nuklir menerima Nobel Perdamaian."

Mendorong Penghapusan Senjata Nuklir

Toshiyuki Mimaki, Wakil Ketua Nihon Hidankyo yang kini berusia 81 tahun, dalam konferensi pers di Hiroshima menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi upaya mereka untuk menunjukkan pentingnya penghapusan senjata nuklir.

Baca Juga: Han Kang, Novelis Korea Selatan, Raih Nobel Sastra 2024, Menjadi Wanita Asia Pertama Raih Nobel

"Ini akan menjadi kekuatan besar untuk menyerukan kepada dunia bahwa penghapusan senjata nuklir bisa dicapai," tegas Mimaki. "Senjata nuklir harus dihapuskan sepenuhnya."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X