Scotch College di Melbourne Hapus Program Bahasa Indonesia, Bertambah Kampus yang Mengambil Jalan yang Sama

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 04:05 WIB
Program bahasa Indonesia di Scotch College sudah berjalan sejak tahun 1960-an. Kini kabarnya program tersebut akan ditutup. (ABC News @Simon Tucci)
Program bahasa Indonesia di Scotch College sudah berjalan sejak tahun 1960-an. Kini kabarnya program tersebut akan ditutup. (ABC News @Simon Tucci)

PONTIANAKGLOBE.COM, MELBOURNE -- Salah satu sekolah elit di Melbourne, Scotch College, akan menutup program Bahasa Indonesia dari kurikulumnya.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri salah satu program pengajaran Bahasa Indonesia terlama di Australia.

Baca Juga: Sejarah Panjang Kota Melbourne, Ini Alasan Disebut Sebagai Kota Sastra oleh UNESCO

Scotch College, didirikan pada tahun 1960-an, dikenal sebagai salah satu sekolah swasta paling prestisius di Victoria dengan sejarah panjang dalam mengajarkan Bahasa Indonesia.

Namun, keputusan untuk menghapus program ini menuai kritik dari para pengamat yang melihatnya sebagai langkah mundur bagi pendidikan bahasa Indonesia di Australia.

Profesor Sharyn Davies, Direktur Monash Herb Feith Indonesian Engagement Centre, telah mengirimkan surat terbuka kepada kepala sekolah Scotch College.

Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa penghapusan Bahasa Indonesia dari kurikulum akan mengurangi kesempatan para siswa dalam dunia kerja yang semakin global dan berorientasi pada kawasan Asia.

Baca Juga: Stasiun Flinders Street Salah Satu Ikon Kota Melbourne yang Wajib di Kunjungi saat Berkunjung ke Melbourne

"Penghapusan ini adalah kerugian besar, terutama di tengah meningkatnya dominasi Asia dalam perekonomian global," tulis Davies.

Ia menekankan bahwa, meskipun minat siswa terhadap Bahasa Indonesia menurun di seluruh Australia, Scotch College selama ini menjadi pelopor dalam pengajaran bahasa tersebut.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra juga menyayangkan langkah ini.

"Alasan yang diberikan adalah keterbatasan anggaran, namun hanya program Bahasa Indonesia yang dihapus," kata perwakilan KBRI.

Pemerintah Indonesia mengaku prihatin dengan menurunnya minat studi Bahasa Indonesia di Australia secara keseluruhan.

Baca Juga: Sejarah Queen Victoria Market di Melbourne, Pasar Tradisional Jantung dan Jiwa Melbourne

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi mitra dagang strategis bagi Australia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: abc.net.au

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X