Scotch College di Melbourne Hapus Program Bahasa Indonesia, Bertambah Kampus yang Mengambil Jalan yang Sama

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 04:05 WIB
Program bahasa Indonesia di Scotch College sudah berjalan sejak tahun 1960-an. Kini kabarnya program tersebut akan ditutup. (ABC News @Simon Tucci)
Program bahasa Indonesia di Scotch College sudah berjalan sejak tahun 1960-an. Kini kabarnya program tersebut akan ditutup. (ABC News @Simon Tucci)

Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang ditandatangani pada 2020 menjadi bukti pentingnya hubungan kedua negara.

Baca Juga: 10 Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi saat ke Melbourne, Australia

Namun, meskipun hubungan diplomatik kedua negara erat, investasi Australia di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menegaskan pentingnya hubungan dengan Indonesia saat memilih Jakarta sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya pada 2022.

Namun, di balik itu, minat terhadap studi Bahasa Indonesia di Australia terus merosot.

Krisis Guru Bahasa Indonesia

Salah satu tantangan utama dalam mempertahankan studi Bahasa Indonesia di Australia adalah kurangnya guru yang berkualitas.

Menurut KBRI, pemerintah Indonesia sudah berusaha menyediakan solusi dengan mengirimkan guru dari Indonesia, namun berbagai kendala seperti visa dan izin tinggal menjadi hambatan utama.

Pemerintah Indonesia berharap dapat meniru strategi negara-negara seperti Prancis, Jerman, Italia, Korea Selatan, dan Jepang yang berhasil mempromosikan bahasa mereka melalui institusi kebudayaan internasional.

Baca Juga: Bertemu Prabowo di Canberra, PM Australia Albanese Sebut akan Hadiri Pelantikan pada Oktober

Madison Sok, seorang siswa di Melbourne, mengatakan bahwa belajar Bahasa Indonesia memberi wawasan yang mendalam tentang budaya.

"Saya rasa sekolah akan terasa berbeda jika kita tidak belajar Bahasa Indonesia," katanya.

Di masa depan, pilihan universitas Madison akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan program Bahasa Indonesia.

"Saya tidak akan memilih universitas yang tidak menawarkan program Bahasa Indonesia," ungkapnya.

Monash University, salah satu institusi yang masih menawarkan program Bahasa Indonesia, menegaskan pentingnya pengajaran bahasa dan budaya Indonesia untuk mempersiapkan siswa Australia dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam bidang perdagangan dan diplomasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: abc.net.au

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X