Iran Hentikan Serangan ke Israel, Tapi Israel Siap Membalas dengan Kekuatan Penuh

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 3 Oktober 2024 | 09:58 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. (X @iranmilitary_en)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. (X @iranmilitary_en)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEHERAN -- Iran menyatakan pada Rabu pagi, 2 Oktober 2024 bahwa serangan rudal terhadap Israel telah selesai, kecuali ada provokasi lebih lanjut.

Ini diungkapkan setelah Israel menyatakan niat untuk membalas serangan tersebut.

Baca Juga: Jabat 5 Tahun, Anggota DPR Tetap Dapat Uang Pensiun Seumur Hidup

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui unggahan di X yang dikutip Reuters, menyampaikan bahwa serangan tersebut sudah berakhir, tetapi Iran akan siap sepenuhnya jika Israel memutuskan untuk membalas.

“Tindakan kami sudah selesai kecuali Israel memutuskan untuk membalas. Jika itu terjadi, respons kami akan jauh lebih kuat,” tegasnya.

Pada malam sebelumnya, Iran meluncurkan lebih dari 180 rudal balistik ke Israel, menargetkan tiga lokasi militer dan keamanan penting, menurut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Baca Juga: Media China Resah, Indonesia Semakin Kuat dengan Naturalisasi Mees Hilgers dan Eliano Reijnders

Rudal tersebut termasuk rudal balistik hipersonik Fatah yang digunakan untuk pertama kalinya.

IRGC menjelaskan serangan ini merupakan balasan atas pembunuhan tokoh Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan komandan Abbas Nilforoushan minggu lalu di Beirut, serta kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, pada bulan Juli di Teheran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menambahkan bahwa serangan ini adalah respons atas serangan Israel ke wilayah Palestina dan Lebanon.

Baca Juga: Bikin Geleng Kepala, Gugatan Cerai Berakhir Damai Usai Pihak Suami Enggan Pisah dengan Bawa Lari Istrinya dari Ruang Sidang

Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang, namun siap menghadapi ancaman apa pun.

Militer Israel menyatakan berhasil mencegat sebagian besar rudal yang diluncurkan Iran, meski beberapa mengenai wilayah di Israel Tengah dan Selatan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut serangan Iran sebagai "kesalahan besar" dan berjanji akan ada pembalasan.

Perwakilan Israel di PBB, Danny Danon, menegaskan bahwa negaranya akan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi warga Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X