50 Orang Tewas dalam Banjir Lahar dan Longsor Sumatra Barat, Pencarian Korban Masih Berlangsung

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 14 Mei 2024 | 17:26 WIB
Tim pencarian dan pertolongan gabungan melakukan pencarian korban bencana banjir lahar dingin Tanah Datar, Sumatera Barat. (Pontianak Globe/BNPB)
Tim pencarian dan pertolongan gabungan melakukan pencarian korban bencana banjir lahar dingin Tanah Datar, Sumatera Barat. (Pontianak Globe/BNPB)

PONTIANAKGLOBE.COM, PADANG -- Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong pencarian dan pertolongan korban terdampak banjir lahar dingin dan longsor yang menerjang enam kabupaten dan kota di Sumatra Barat.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Banjir Lahar Dingin dan Longsor, Senin, 13 Mei 2024, menyampaikan langkah-langkah penanganan darurat yang diambil, termasuk pemulihan akses jalan darat dari daerah terdampak dengan alat berat, pembersihan material longsor, evakuasi korban, dan koordinasi dengan OPD terkait.

Berdasarkan laporan, Suharyanto menyampaikan korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat mencapai 50 orang, 27 orang hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.

Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Kuala Behe Kabupaten Landak, Satu Remaja Meninggal Dunia

Rincian korban meninggal dunia di antaranya: Kota Padang Panjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kota Padang 1 orang, dan Kabupaten Padang Pariaman 8 orang.

"Datanya akan terus berkembang. Untuk membantu mencari korban yang masih hilang, alat berat harus segera masuk karena Basarnas punya golden time selama 6x24 jam. Kami akan terus berupaya mencari sampai ditemukan. Jika ada pihak keluarga atau ahli waris yang meminta pencarian tetap dilanjutkan, kami harus mencarinya," ujar Letjen TNI Suharyanto.

Selain dukungan dalam aspek pencarian dan pertolongan korban, pemerintah juga mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

"Kami sepakat dan berkomitmen bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus dipenuhi dengan baik, baik mereka yang terluka maupun yang mengungsi. Kami pastikan bantuan awal berupa dana dan barang kebutuhan sehari-hari sudah diberikan dan ini akan dievaluasi terus sesuai perkembangan," ujar Suharyanto.

Baca Juga: Banjir Bandang Hantam Dusun Sebente di Bengkayang Kalimantan Barat, Begini Kondisi Warga

Hingga Senin sore, pengiriman bantuan logistik dan evakuasi warga masih dilakukan. Meskipun masih ada tempat dan jalur yang tertutup dan terisolir, Suharyanto mengatakan pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara dan darat dengan menggunakan jembatan darurat.

Seusai rapat koordinasi, BNPB menyalurkan bantuan awal berupa Dana Siap Pakai (DSP) kepada pemerintah daerah terdampak banjir lahar dengan total sebesar 3,2 miliar Rupiah.

Selain itu, bantuan logistik berupa tenda pengungsian, tenda keluarga, sembako, makanan siap saji, hygiene kit, terpal, selimut, kasur, pompa alkon, genset light, lampu panel surya, toilet portable, gergaji pohon, dan perlengkapan kebersihan juga diserahkan.

Baca Juga: 8 Tips Aman saat Banjir Masuk di Permukiman, Termasuk Banjir Bandang yang Datang Tiba-tiba

Pada kunjungan kerja hari kedua, Selasa, 14 Mei 2024, Kepala BNPB direncanakan akan bertolak ke daerah terdampak sekaligus melakukan tinjauan udara untuk melihat dampak kerusakan akibat banjir lahar dan longsor.

Adapun lokasi tinjauan di sejumlah titik di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X