PONTIANAKGLOBE.COM,JAKARTA -- H Erick Thohir mengakui dengan sengaja mengajukan permohonan nonaktif dari tugasnya sebagai Ketua Lakpesdam PBNU.
Alasan di balik keputusan ini adalah untuk menjaga marwah jam'iyah dan memberikan fokus penuh pada membantu pemenangan capres-cawapres nomor urut 2, yakni pasangan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Tahun Yubileum 2025: Ini Info Pendaftarannya
Sekjen PBNU, H Saifullah Yusuf, menyatakan, "Saya dihubungi Pak Erick terkait penonaktifan dirinya dari jabatan beliau sebagai Ketua Lakpesdam PBNU."
Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, Erick telah mencari cara yang sesuai dengan peraturan organisasi untuk terlibat dalam pemilu dan pilpres.
Gus Ipul menyatakan pemahaman terhadap pendekatan yang dilakukan oleh Erick dan menganggapnya sebagai contoh bahwa NU, secara organisatoris, telah menunjukkan diri sebagai perkumpulan modern dengan peraturan yang kokoh.
"Saya sebagai Sekjen PBNU, dapat memahami pendekatan yang dilakukan Pak Erick. Dengan begitu, penegakan dan sikap patuh pada aturan organisasi adalah sesuatu yang niscaya," ujar Gus Ipul, sambil mengapresiasi langkah serupa yang diambil oleh pengurus lainnya.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menerima permohonan nonaktifkan Erick Thohir dari jabatan Ketua Lakpesdam PBNU pada Rabu (24/1/2024).
Erick Thohir menjadi salah satu dari 64 fungsionaris lainnya yang juga dinonaktifkan dari berbagai jabatan di PBNU, karena terlibat sebagai tim sukses atau relawan capres-cawapres, calon legislatif, dan DPD RI.
Baca Juga: Tips Cara Merawat Jam Tangan Seiko agar Tak Mudah Berkarat
Surat Keputusan Nomor 285.a/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024 menonaktifkan Erick Thohir, dan menurut Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni, SK tersebut sekaligus mengoreksi beberapa nama yang sebelumnya tercantum, seperti Inayah Abdurrahman Wahid, KH Fuad Nurhasan, dan Imron Rosyadi.
Amin Said menambahkan bahwa penonaktifan fungsionaris PBNU tersebut berlaku sejak tanggal penetapan oleh lembaga yang berwenang hingga selesainya proses pemilu 2024. Mayoritas nama yang dinonaktifkan telah mengajukan izin cuti atau nonaktif sejak penetapan oleh KPU.
Sebagai informasi tambahan, fungsionaris yang dinonaktifkan termasuk nama-nama yang secara resmi tercatat sebagai calon legislatif dan tim sukses calon presiden dan wakil presiden. Terdapat pula tokoh-tokoh NU di jajaran Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah yang ikut terlibat dalam pemilu dan pilpres. ***
Baca Juga: Film 'Pemukiman Setan' Begini Informasi Pemeran dan Sinopsis
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Terima Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Ini yang Dibicarakan
Rais Aam PBNU: Olahraga adalah Bagian dari Ibadah
Presiden Jokowi Terima Ketua Umum PBNU. Isu Berikut Ini yang Dibahas
PBNU dan Muhammadiyah Serukan Kepemimpinan Moral di Pemilu 2024
Ketua PBNU Gus Yahya Tegas! Larang Capres dan Cawapres Mengatasnamakan NU, Sindir Cak Imin?
Prabowo Nostalgia di Acara Alumni AS Relawan Erick Thohir, Nyanyikan Lagu The Beatles dan Rock 60an