Ketua PBNU Gus Yahya Tegas! Larang Capres dan Cawapres Mengatasnamakan NU, Sindir Cak Imin?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 2 September 2023 | 16:52 WIB
Ketua PBNU Gus Yahya. (PBNU)
Ketua PBNU Gus Yahya. (PBNU)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memastikan tidak ada satupun calon Presiden atau wakil Presiden atasnama NU Nahdlatul Ulama. Pernyataan Gus Yahya tersebut diduga untukmengingatkan Muhaimin Iskandar.

BACA JUGA: Presiden Joko Widodo Resmikan Revitalisasi TMII, Yakin TMII Jadi Ikon Besar Pariwisata Jakarta

BACA JUGA: Lambang dan Maskot FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023™ Resmi Diluncurkan, Erick Thohir: Ini Kehormatan

“Jangan ada calon atasnamakan NU. Kalau ada calon itu atasnama kredibilitasnya atasnama perilakunya sendiri-sendiri bukan atasnama NU,” kata Gus Yahya dalam keterangan persnya di Kantor PBNU, Sabtu, 2 September 2023.

Secara struktural, NU maupun kiai-kiai NU juga tidak akan memberikan dukungan ke calon tertentu.

BACA JUGA: Bawa Timnas U-22 Raih Emas SEA Games, Erick Thohir Raih Penghargaan. Ini untuk Timnas dan Bangsa Indonesia

“Kalau ada klaim, kiai-kiai NU merestui itu sama sekali tidak betul. Selama ini tidak ada pembicaraan terkait calon Presiden atau wakil Presiden,” kata Gus Yahya.

Kalaupun ada warga NU yang ingin mencalonkan diri; Gus Yahya mempersilakan untuk bisa berjuang lewat partai politik bukan lewat NU.

BACA JUGA: Total Gaji Polisi Plus Tunjangan 2023 Tamtama, Bintara, Perwira Pertama, Perwira Menengah dan Perwira Tinggi

“Orang tau NU ini punya warga banyak sekali. Survei alfara 52,9 persen populasi muslim Indonesia mengaku NU,” kata dia.

Saat ini, warga NU juga sangat cerdas sehingga tidak bisa lagi ditarik-tarik untuk memenuhi ambisi calon tertentu.

“Mainset NU ini dulu dianggap kayak kebo (kerbau). ini menghina sekali padahal warga NU ini sudah cerdas mereka sudah busa menilai orang. Kami tidak mau NU ini dicocok-cocok hidungnya dibawa ke sana kemari,” kata dia.

Gus Yahya juga memastikan bahwa keputusan Muktamar NU, sebagai lembaga tidak akan ikut dukung mendukung dan juga tidak akan jadi kompetitor dalam politik,” kata dia. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X