Gunung Marapi di Sumatera Barat Meletus, Kolom Abu Mencapai Ketinggian 3.000

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 3 Desember 2023 | 20:44 WIB
Begini lah kondisi pascahujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi yang terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu, 3 Desember 2023. (Pontianak Globe/Pusdalops BPBD Kabupaten Agam)
Begini lah kondisi pascahujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi yang terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu, 3 Desember 2023. (Pontianak Globe/Pusdalops BPBD Kabupaten Agam)

Mereka juga mengimbau agar warga tetap berada di dalam rumah mengingat tingginya intensitas hujan abu vulkanik yang dapat berdampak pada kesehatan.

"Masyarakat sudah dibagi masker dan diingatkan agar tetap di dalam rumah," ujar Ade.

Hujan abu vulkanik juga tercatat di wilayah Kecamatan Sungai Pua, meskipun intensitasnya rendah dan durasinya tidak lama.

Hal ini diduga disebabkan arah angin yang cenderung ke wilayah Kecamatan Canduang.

"Hujan abu di Sungai Pua tidak terlalu pekat. Karena arah angin menuju ke Canduang," ungkap Ade.

Hingga saat ini, tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI terus melakukan pengecekan di Kecamatan Sungai Pua dan Canduang untuk antisipasi serta berkoordinasi dengan para wali nagari.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerugian material, dan aktivitas masyarakat belum terganggu.

Status Level II atau Waspada

Menurut PVMBG, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang dapat menyebabkan letusan eksplosif telah terjadi sejak Januari 2023.

Oleh karena itu, status gunung tetap berada pada Level II (Waspada), karena dapat meletus sewaktu-waktu, seperti yang terjadi hari ini.

Baca Juga: Hasil Drawing Euro 2024 Mengejutkan: Timnas Spanyol, Italia, Kroasia di 'Grup Neraka

Meskipun secara instrumental terdapat sedikit peningkatan, hanya tercatat pada alat di puncak yang merekam, yang menandakan tekanan relatif dekat dengan puncak atau di bawah kawah.

Sebelumnya, analisis dan evaluasi hingga 16 November 2023 menunjukkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi sesuai dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Sehubungan dengan status Level II (Waspada), masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan kegiatan dalam radius 3 km dari kawah/puncak.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu terkait letusan Gunung Marapi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: bnpb.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X