PONTIANAKGLOBE.COM - Akhir-akhir ini sorotan tertuju pada pemberitaan tentang penyebaran Virus Nipah.
Terbaru, Virus Nipah menghebohkan wilayah negara bagian di India.
Tepatnya di negara bagian Kerela yang terletak di India Selatan diduga telah menyebabkan kematian dua orang warganya.
Selain itu, peristiwa yang sama juga terjadi pada 30 Agustus 2023 lalu, dan semuanya terjadi di Distrik Kozhikode di Kerala utara.
Berbagai kantor pelayanan dan instansi pemerintahan maupun sekolah langsung dilakukan penutupan untul menghentukan penyebaran kasus tersebut.
Baca Juga: Ternyata Rabies Masuk ke Indonesia Sejak Tahun 1884, Begini Alasan Virus Ini Sangat Mematikan
Lantas apa itu Virus Nipah ?
Virus Nipah masuk dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang juga bersama dengan Ebola, Zika, dan Covid-19 - sebagai salah satu dari beberapa penyakit yang layak mendapatkan prioritas penelitian, karena potensinya bisa menyebabkan epidemi global.
Dilansir dari Vice Indonesia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Infeksi Virus Nipah merupakan merupakan "penyakit zoonosis" yang ditularkan dari hewan seperti babi dan kelelawar buah ke manusia.
Kemudian, Virus Nipah juga dapat ditularkan melalui makanan yang sudah terkontaminasi melalui kontak dengan manusia yang sudah terinfeksi.
Konsumsi buah-buahan atau produk buah seperti jus kurma mentah yang terkontaminasi air seni atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi adalah sumber yang paling mungkin untuk infeksi di masa lalu.
Wabahnya terjadi hampir setiap tahun di beberapa negara Asia, terutama Bangladesh dan India.
Perlu jadi catatan, Virus Nipah belum memiliki vaksin atau obat penyebuh.
Penanganannya masih terbatas dalam mengatasi gejala dan perawatan intensif.