Contoh sederhana namun paling konkrit tentang bela negara adalah saat siswa SMP dari NTT, Yohanes Andi Gala, yang naik naik ke puncak untuk perbaiki tali bendera saat upacara HUT Kemerdekaan pada tahun 2018. Putut Prabantoro menunjukkan perilaku bela negara tersebut melalui video.
“Bela negara membutuhkan komitmen dari para warga negaranya. Tidak perlu yang tinggi-tinggi atau yang hebat-hebat. Cukup dengan tindakan sederhana dengan menunjukan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Menghormati simbol-simbol negara seperti bendera, Garuda Pancasila, bahasa Indonesia serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan baik, merupakan cara kalian menunjukan cinta kepada negara, tanah air dan bangsa. Semakin bertambahnya usia, kewajiban kalian untuk mencintai negara dan tanah air membutuhkan tanggung jawab yuang lebih besar,“ ujar Putut Prabantoro.
Diurai lebih lanjut oleh Putut, para siswa yang hadir dalam acara bela negara di Gedung Balai Pemuda itu adalah calon pemimpin negara Indonesia pada tahun 2045.
Oleh karena itu mereka dimintauntuk memersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Namun demikian, pada tahun 2045, Indonesia akan menghadapi krisis pemimpin masa depan, jika melihat perkembangan kehidupan remaja yang beredar di medsos-medsos.
Ada berbagai kasus yang dihadapi remaja saat ini oleh Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI itu melalui tayangan visualnya.
Remaja saat ini cenderung bersikap permisif terhadap perilaku rekan-rekan seusianya yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai-nilai ketimuran atau nilai luhur Pancasila.
Juga, kegandrungan remaja sekarang akan budaya-budaya luar negeri akan mengancam lestarinya budaya Indonesia sendiri.
"Pendidikan bela negara jangan diasumsikan seseorang akan menjadi tentara atau polisi. Kesan ini harus dihapus dengan memberikan pendidikan bela negara yang benar. Pendidikan bela negara harus berujung pada cinta tanah air dan negara. Mengikuti upacara dengan khidmat adalah salah satu cara mencintai negara ini. Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, lagu Indonesia Raya dan Lambang Negara adalah simbol kedaulatan negara Indonesia,” tegasnya.
Artikel Terkait
Soeharto dan Rubini Natawisastra Dari Kalbar Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Gelar Pahlawan Nasional untuk Prof Kusumaatmadja Penting di Tengah Kompetisi Dunia
AM Putut Prabantoro: Ini Tiga Kriteria yang Dibutuhkan Pemimpin Indonesia 2045
DPD IKAL Lemhanas Banten Segera Dilantik. Begini Harapan Pengurus kepada Kapolri hingga Agum Gumelar
DPD IKAL Lemhanas Harap Banten Sebagai Pelopor Wilayah Penyelenggara Pesta Demokrasi Damai
Taprof Lemhanas Minta Bappenas Diminta Lakukan Riset Prilaku Remaja, Mengapa?