Generasi Pemimpin Tahun 2045: Taman Makam Pahlawan Tempat Terbaik untuk Pendidikan Bela Negara

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Jumat, 1 September 2023 | 22:00 WIB
Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI, AM Putut Prabantoro, di Gedung Balai Pemuda, Surabaya, Kamis 31 Agustus 2023. (Dok. Pontianak Globe)
Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI, AM Putut Prabantoro, di Gedung Balai Pemuda, Surabaya, Kamis 31 Agustus 2023. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Taman Makam Pahlawan (TMP) adalah tempat terbaik dan terkomplit untuk belajar tentang bela negara bagi para siswa.

Di taman itu, generasi penerus akan belajar tentang ideologi, mengenal pahlawan yang telah berjuang mempertahankan tanah air Indonesia, belajar tentang sejarah dan belajar tentang pemimpin negara dan bangsa.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Buka ASEAN Business Investment Summit 2023

BACA JUGA: Bagaimana Mengukur Porsi Makan Anjing Kesayangan Agar Gizinya Terpenuhi? Begini Tips dan Caranya Dog Lovers

Oleh karena itu, adalah penting bagi negara dan pemerintah untuk menjadikan taman makam pahlawan sebagai kurikulum wajib untuk bela negara.

Penegasan ini muncul dalam dialog nasional antara 400 siswa sekolah menengah atas dan narasumber dari Lemhannas RI, AM Putut Prabantoro, Taprof Bidang Ideologi di Gedung Balai Pemuda, Surabaya, Kamis 31 Agustus 2023.

BACA JUGA: Generasi Pemimpin Tahun 2045: Taman Makam Pahlawan Tempat Terbaik untuk Pendidikan Bela Negara

BACA JUGA: Lambang dan Maskot FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023™ Resmi Diluncurkan, Erick Thohir: Ini Kehormatan

Dialog nasional tentang bela negara ini untuk menandai pelantikan Bakorda Wilayah Forum Kader Bela Negara (FKBN) Se-provinsi Jawa Timur.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Kasatwas Bakorpus FKBN Mayjen TNI (Purn) Adi Sudaryanto, Wakasatwas FKBN Pusat Brigjen TNI (Purn) Harie Guritno, perwakilan dari Kemenhan Kolonel Amiruddin Lopa selaku Kabid Lingkim Direktorat Bela Negara, Kepala FKBN Bakorpus Angga Rahardian dan juga Kepala FKBN Bakorwil Jawa Timur Gatot Kustyadji.

"Para siswa harus tahu tentang sejarah para pahlawan yang berjasa atas berdirinya negara dan tanah air yang sekarang kita pijak. Sebuah negara akan dengan mudah dikalahkan jika generasi mudanya tidak mengetahui sejarah bangsanya. Sebuah bangsa akan terhapus jika, budayanya tidak dipelihara dan dirawat oleh generasi penerusnya. Negara dan tanah air yang kita pijak tidak begitu saja kita dapatkan,“ tegas Putut Prabantoro.

Dalam dialog itu, ratusan sekolah menengah dari 15 sekolah di Surabaya itu menyatakan diri untuk mencintai negara dan bangsa Indonesia.

Mereka juga berkomitmen memersiapkan diri untuk menjadi pemimpin pada tahun 2045 ketika Indonesia memasuki tahun emas kemerdekaan.

Namun demikian, mereka juga meminta teladan para pemimpin nasional saat ini untuk menyiapkan mereka ke arah yang diinginkan negara dan bangsa.

Dalam penjelasannya yang berjudul Bela Negara dan Tantangan Masa Depan Indonesia, AM Putut Prabantoro mengurai bahwa bela negara adalah sikap perilaku dan tindakan nyata untuk menunjukan cinta negara dan tanah air. Bela negara adalah hak serta kewajiban seluruh warga negara Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X