healty

Cara Budidaya Kratom, Tanaman Kontroversial yang Bisa Jadi Ladang Cuan

Jumat, 11 April 2025 | 05:05 WIB
Daun kratom dan remahannya yang sudah diolah dalam bentuk bubuk. Kabupaten Kapuas Hulu di Kalbar menjadi daerah paling banyak menghasilkan daun kratom.

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tanaman kratom kini banyak dibudidayakan petani di Indonesia, khususnya di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Budidaya tanaman kratom (Mitragyna speciosa) menjadi perhatian banyak petani, terutama di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Tablet Rp1,9 Juta dari Advan, Sketsa 3 Tawarkan Paket Lengkap untuk Pelajar dan Konten Kreator

Kratom dikenal karena khasiatnya yang diklaim bisa memberikan efek stimulan hingga relaksasi, namun juga memicu pro dan kontra soal legalitasnya.

Berikut panduan lengkap budidaya tanaman kratom dalam lima tahap utama:

1. Pembibitan

Pembibitan dimulai dengan menjemur buah kratom selama kurang lebih dua jam.

Setelah kering, biji akan terpisah dari buah dan dapat langsung disemaikan ke dalam wadah berisi tanah subur.

Pastikan media semai tetap lembap hingga benih tumbuh.

Baca Juga: Advan Sketsa 3 Rilis, Tablet Rp1,9 Juta Sudah Dapat Keyboard dan Stylus! Tak Hanya untuk Pelajar dan Mahasiswa, Cocok juga untuk Karyawan

2. Pengolahan Lahan

Lahan harus dibersihkan dari gulma menggunakan sabit atau parang. Lubang tanam dibuat dengan diameter sekitar 10 cm.

Jarak tanam bisa bervariasi, tergantung kebutuhan dan kondisi lahan, mulai dari 1x1 meter, 2x2 meter, hingga 2x4 meter.

3. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan dilakukan dengan membabat gulma setidaknya tiga kali setahun, atau sesuai dengan kondisi lahan.

Halaman:

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB