healty

Kebiasaan Boros, Ternyata Penyebab Utama Masalah Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan, Begini Ulasannya

Kamis, 9 Januari 2025 | 04:05 WIB
Ilustrasi gaya hidup konsumerisme.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kebiasaan boros atau pengeluaran yang berlebihan seringkali dipandang hanya sebagai masalah keuangan.

Namun, kenyataannya, perilaku ini dapat memengaruhi kesehatan mental secara signifikan.

Baca Juga: Hakim MA Anwar Usman Dilarikan ke Rumah Sakit, Sidang Sengketa Pilkada 2024 Ditunda

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belanja yang tidak terkendali dapat memperburuk gangguan mental, seperti kecemasan, depresi, dan stres.

Dampak psikologis dari pengeluaran berlebihan, baik yang disebabkan oleh gaya hidup konsumtif atau tekanan sosial, kini menjadi isu yang semakin relevan di tengah dunia yang semakin materialistis.

Salah satu dampak terbesar dari kebiasaan boros adalah menumpuknya utang.

Ketika seseorang terus-menerus berbelanja melebihi kemampuannya, utang yang menumpuk dapat menimbulkan perasaan cemas yang berkepanjangan.

Menurut studi yang diterbitkan oleh Psychology Today, individu yang memiliki utang cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki utang.

Kecemasan ini sering kali dipicu oleh ketakutan akan masa depan finansial yang tidak pasti dan khawatir tentang kemampuan untuk melunasi utang-utang tersebut.

Ketegangan mental yang timbul akibat utang ini bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan yang serius jika tidak segera diatasi.

Baca Juga: Istri Tersangka Suap Ronald Tannur Ungkap Keluarga Kehabisan Uang, Saldo ATM Nol Rupiah!

Boros juga dapat merusak rasa harga diri seseorang.

Dalam banyak budaya, terutama di negara-negara dengan ekonomi kapitalis, konsumerisme seringkali menjadi tolok ukur status sosial.

Banyak orang merasa tertekan untuk menghabiskan uang demi membeli barang-barang mewah atau mengikuti tren, meskipun mereka tidak mampu secara finansial.

Ini tidak hanya menciptakan kesenjangan finansial, tetapi juga berkontribusi pada masalah identitas, dengan seseorang merasa tidak cukup baik atau gagal memenuhi ekspektasi sosial.

Halaman:

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB