Kebiasaan Boros, Ternyata Penyebab Utama Masalah Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan, Begini Ulasannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 9 Januari 2025 | 04:05 WIB
Ilustrasi gaya hidup konsumerisme.
Ilustrasi gaya hidup konsumerisme.

Boros dan Hubungannya dengan Kesehatan Mental

Sebuah artikel di The Guardian menyebutkan bahwa konsumsi yang didorong oleh ekspektasi sosial dapat menciptakan perasaan ketidakpuasan yang terus-menerus, dan dalam banyak kasus, perasaan ini dapat berkembang menjadi depresi.

Baca Juga: Sebelumnya Tak Ingin Lagi Bahas STY, Kini Coach Justin Minta Penggemar Timnas Indonesia Move On ke Kluivert

Perasaan bahwa diri mereka tidak cukup baik atau tidak memenuhi standar sosial dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih besar.

Selain itu, pengeluaran yang berlebihan juga dapat merusak hubungan interpersonal.

Ketika seseorang menyembunyikan pengeluarannya dari pasangan atau keluarga, ini dapat merusak kepercayaan dan menciptakan ketegangan dalam hubungan.

Banyak orang cemas tentang bagaimana orang lain akan menilai kebiasaan belanja mereka, yang sering kali memicu perasaan malu.

Ketegangan emosional ini bisa memperburuk perasaan cemas dan bahkan menyebabkan isolasi sosial, yang merupakan faktor risiko bagi gangguan mental.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Consumer Research menemukan bahwa orang-orang yang terjebak dalam kebiasaan konsumtif sering mengandalkan belanja impulsif sebagai cara untuk mengatasi stres atau perasaan negatif.

Meskipun ini memberikan kepuasan sementara, kebiasaan tersebut hanya memperburuk kondisi emosional mereka dalam jangka panjang.

Baca Juga: Erick Thohir Ambil Risiko Besar, Shin Tae-yong Diganti Demi Piala Dunia 2026

Lingkaran Setan: Keuangan dan Kesehatan Mental

Selain dampak langsung pada kesehatan mental, kebiasaan boros juga dapat memperburuk masalah keuangan seseorang, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.

Semakin banyak utang yang terakumulasi, semakin besar kecemasan yang dirasakan, yang pada gilirannya semakin memperburuk kondisi mental individu.

Sebuah laporan dari American Psychological Association menyatakan bahwa masalah keuangan adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan stres pada individu dewasa, yang kemudian dapat mengarah pada gangguan mental seperti depresi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X