Sejarah Rendang Makanan Tradisional Minangkabau ! Dikenal Dengan Nama Rendang Padang di Dalam dan Luar Negeri

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Rabu, 7 Desember 2022 | 20:03 WIB
Rendang nikmat disantap bersama nasi putih. (Pixabay/DennyLubis)
Rendang nikmat disantap bersama nasi putih. (Pixabay/DennyLubis)

Jika demikian, maka rendang dianggap sudah ada sebelum masuknya Islam ke Sumatera Barat Artinya, rendang sudah ada jauh sebelum abad VII Masehi karena Islam masuk ke Sumatera Barat pada tahun 674 Masehi dengan bukti adanya masyarakat Arab di daerah pesisir Pulau Sumatera.

Akan tetapi bukti fisik keberadaan rendang tersebut belum dapat ditemukan.

Pengertian randong diambil dari kata morandong, yakni suatu proses pengolahan lauk berbahan dasar santan yang dimasak sampai kandungan airnya berkurang, bahkan sampai kering sehingga apabila disebut randong itu artinya olahan masakan yang kering tanpa mengandung air.

Campuran santan dan bumbu yang telah kering menghasilkan warna coklat kehitaman yang enak.

Akan tetapi, di beberapa daerah di Sumatera Barat, olahan randong tidak selalu berwarna coklat kehitaman.

Bentuk akhirnya terbagi menjadi dua jenis, yakni randong kering dan randong basah (kolio).

Rondong kering adalah rondong yang sudah berwarna coklat kehitaman, sedangkan randong basah adalah rondong yang masih berwarna merah kecoklatan sampai coklat.

Rendang juga dapat diartikan sebagai makanan yang "diawetkan" melalui proses pemanasan beberapa kali.

Rendang tercipta karena pada waktu dulu orang yang memasak daging yang banyak dengan santan dan bumbu tertentu sehingga tak habis dalam sehari, kemudian malam harinya dihangatkan, dan tidak habis juga.

Agar tidak basi dan tidak terbuang, kembali keesokan harinya dihangatkan sampai pada akhirnya bumbu rendang itu kering.

Oleh karena itu, rendang yang sebenarnya adalah kering air.

Keringnya suatu rendang menjadikannya tahan dan awet.

Jadi, rendang adalah sebuah olahan masakan dengan cara dirandang yakni dimasak dengan api sangai (api sangat kecil yang diatur agar jangan sampai menghanguskan) sampai kering yang proses memasaknya dilakukan secara tradisional, yakni dimasak di atas tungku dengan menggunakan kayu bakar.

Pada awalnya dimasak dengan api besar, lalu dilanjutkan dengan menggunakan api sangai yang berasal dari pembakaran sabut kelapa.

Proses memasak dari santan yang banyak mengandung air atau gulai, kemudian berkurang air menjadi ka/io, dan dilanjutkan dengan memasak kering air itulah yang disebut rendang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X