Sejarah Rendang Makanan Tradisional Minangkabau ! Dikenal Dengan Nama Rendang Padang di Dalam dan Luar Negeri

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Rabu, 7 Desember 2022 | 20:03 WIB
Rendang nikmat disantap bersama nasi putih. (Pixabay/DennyLubis)
Rendang nikmat disantap bersama nasi putih. (Pixabay/DennyLubis)

PONTIANAKGLOBE.COM - Rendang atau rondang dalam bahasa Minangkabau adalah salah satu makanan tradisional khas Minangkabau yang sangat terkenal di seluruh penjuru Nusantara.

Rendang sangat dikenal, baik di dalam maupun di luar negeri sebagai masakan dari Padang sehingga seringkali penyebutan rendang adalah rendang padang, bukan rendang Minangkabau.

Padahal, daerah penghasil rendang itu sendiri adalah seluruh daerah yang ada di Sumatera Barat, tidak hanya di kota Padang.

Sobat Globe, tahukah kamu, rendang merupakan warisan budaya Indonesia pada tahun 2013 dengan nomor registrasi 201300005, domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional dari Provinsi Sumatera Barat.

Dilansir laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, rendang atau rondang adalah istilah yang digunakan secara umum di Minangkabau untuk menyatakan salah satu makanan atau masakan sebagai lauk ketika makan nasi.

Rendang memiliki sebutan yang berbeda-beda dalam masing-masing subsuku bangsa di Minangkabau.

Ada yang menyebutnya rondang, andang, dan ondang, tergantung dialek masing-masing daerah.

Penyebutan randang sebagai rendang Padang dilakukan oleh orang di luar Sumatera Barat (di rantau) karena orang selain lebih mengenal orang Minangkabau sebagai orang Padang juga karena Padang adalah ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Apabila disebut rondang, secara otomatis dalam pikiran seseorang yang terbayang adalah sebuah olahan masakan berbahan dasar daging dan santan yang dipadu dengan bumbu rempah-rempah.

Rendang tersebut memiliki beberapa warna, yakni merah kecoklatan, coklat, sampai coklat kehitaman.

Sejarah Rendang

Sejarah rendang diketahui telah ada pada tahun 1550 Masehi.

Rendang juga disebut dalam banyak kesusasteraan Melayu klasik seperti Hikayat Amir Hamzah yang membuktikannya sebagai masakan Melayu sejak 1550-an''.

Buzurjumhur Hakim pun pergi pula ke kedai orang merendang daging kambing, lalu ia berkata: "Beri apalah daging kambing rendangini barang segumpal:' Sahut orang merendang itu, "Berilah harganya dahulu:'

Meskipun demikian eandang diketahui telah ada di Sumatera Barat sebelum agama Islam masuk ke Sumatera Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X