Sudah Tahu Sejarah Rencong di Indonesia ? Senjata Tradisional Aceh Masuk Daftar Warisan Budaya Benda Indonesia

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Selasa, 6 Desember 2022 | 19:49 WIB
Pembuatan rencong. (Anteroaceh.com)
Pembuatan rencong. (Anteroaceh.com)

PONTIANAKGLOBE.COM - Sobat Globe, sudah tahu apa itu Rencong ? Rencong merupakan satu diantara warisan budaya benda Indonesia.

Penetapan Rencong sebagai warisan budaya benda Indonesia pada tahun 2013 dengan nomor registrasi 201300001, domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional dan dari Provinsi Aceh.

Dengan membaca artikel ini, kamu akan semakin paham dan mengetahui tentang sejarah Rencong di Indonesia.

Yuk baca sampai tuntas.

Berdasarkan catatan sejarah, Rencong adalah senjata tradisional yang digunakan di Kesultanan Aceh sejak masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah yang merupakan Sultan Aceh yang pertama.

Dilansir laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id, kedudukan Rencong di Kesultanan Aceh sangatlah penting.

Rencong selalu diselipkan di pinggang Sultan Aceh.

Selain itu, para Ulee Balang dan masyarakat biasa juga menggunakan Rencong.

Rencong emas milik Sultan Aceh dapat kita jumpai di Museum Sejarah Aceh.

Dari bukti sejarah tersebut, dapat disimpulkan bahwa Rencong memang sudah terlahir sejak masa Kesultanan Aceh namun pembuat pertamanya sampai saat ini belum diketahui.

Simbol Keberanian dan Kegagahan

Rencong adalah simbol keberanian dan kegagahan ureueng Aceh.

Bagi siapa saja yang memegang senjata akan merasa lebih berani di dalam menghadapi musuh.

Pada masa sekarang, senjata ini memang sudah tidak begitu relevan untuk digunakan sebagai senjata penyerang.

Namun demikian, senjata ini masih relevan sebagai sebuah simbolisasi dari keberanian, ketangguhan, dan kejantanan dari masyarakat Aceh.

Untuk itu, pada beberapa upacara (seperti upacara pernikahan) rencong dipakai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X