Menurut catatan sejarah, rencong mulai dipakai pada masa Sultan Ali Mugayatsyah memerintah Kerajaan Aceh pada tahun 1514-1528.
Pada waktu itu masih berorientasi pada kepercayaan Islam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di daerah Aceh.
Sedangkan sumber-sumber lain, menyebutkan bahwa rencong telah ada sejak berdirinya kerajaan Islam pertama pada abad ke-13.
Jenis Rencong
Masyarakat Aceh mengenal empat macam rencong, yaitu pertama reuncong meucugek.
Penyebutan rencong meucugek karena pada gagang rencong tersebut terdapat suatu bentuk panahan dan perekat yang dalam istilah Aceh disebut cugek atau meucugek.
Cugek ini diperlukan untuk mudah dipegang dan tidak mudah lepas waktu menikam ke badan lawan atau musuh.
Kedua, reuncong meupucok memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran logam yang pada umumnya dari emas.
Gagang dari rencong meupucok ini kelihatan agak kecil pada gagang atau pegangan pada bagian bawahnya.
Namun, semakin ke ujung gagang ini semakin membesar.
Jenis rencong semacam ini digunakan untuk hiasan atau sebagai alat perhiasan.
Biasanya, rencong ini dipakai pada upacara-upacara resmi yang berhubungan dengan masalah adat dan kesenian.
Ukiran yang terdapat pada gagang rencong bermacam-macam bentuknya, ada yang menyerupai bunga mawar, kembang daun dan lainnya tergantung kepada selera pemakai.
Ketiga, Reuncong Pudoi, istilah pudoi dalam masyarakat Aceh adalah sesuatu yang dianggap masih kekurangan, atau masih ada yang belum sempurna.
Gagang rencong ini hanya lurus saja dan pendek sekali.
Artikel Terkait
Apa itu Metahuman ? Kamu Sudah Tahu Belum Bagaimana Cara Kerja Pembuatan MetaHuman ?
Apa itu Demosi ? Kamu Pernah Dengar Kata Demosi Nggak, Sob ? Cari Tahu Yuk
Apa itu Menyublim, Mengkristal, Mencair, Membeku, Menguap dan Mengembun Dalam Perubahan Wujud Zat ?
Apa itu Panic Attack ? Sobat Globe, Ketahui Cara Penanganan Serta Gejala dan Penyebab Panic Attack