Warga lainnya, Menah atau Inaq Husna (42), mengaku masih trauma setelah melihat api dengan cepat melahap rumah-rumah di kampung tersebut.
Ia menduga angin kencang turut membuat api semakin cepat menyebar.
"Saya lagi tidur, terus dibangunin setelah api sudah besar. Saya kaget dan coba lari evakuasi diri," ungkap Inaq Husna di lokasi.
Material bangunan rumah adat di Kampung Adat Sade diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api cepat membesar.
Sebagian rumah di kawasan tersebut memiliki atap berbahan ilalang serta dinding dari anyaman bambu yang mudah terbakar.
Inaq Husna berharap pemerintah segera mencari solusi atas kondisi yang dialami warga setelah kebakaran.
"Kami berharap pemerintah segera mencari solusi. Karena kami sudah tidak punya apa-apa lagi," tuturnya.
Kampung Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata yang dikenal di Lombok. Masyarakat setempat masih mempertahankan berbagai tradisi dan kebudayaan Suku Sasak, termasuk bentuk rumah adat dan tradisi kawin culik.
Pasca kebakaran, Inaq Husna bersama keluarganya mengungsi di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah. Selain rumah, sejumlah harta benda milik warga turut terbakar, termasuk kain tenun dan pakaian adat.
"Yang mahal itu barang-barang di dalam. Seperti kain tenun, baju adat dan harta yang lain," tandasnya. ***