Ia menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi karena metode tersebut mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal besar.
"Warga sangat antusias mengikuti praktik pembuatan hidroponik sistem sumbu. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti saat kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.
Selain menjadi solusi bercocok tanam di lahan sempit, hidroponik sistem sumbu juga dinilai mampu mendorong berkembangnya budaya urban farming, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, serta mengurangi limbah melalui pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam. ***