Ia menambahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi karena metode tersebut mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal besar.
"Warga sangat antusias mengikuti praktik pembuatan hidroponik sistem sumbu. Harapannya, pengetahuan ini tidak berhenti saat kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus diterapkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga," ujarnya.
Selain menjadi solusi bercocok tanam di lahan sempit, hidroponik sistem sumbu juga dinilai mampu mendorong berkembangnya budaya urban farming, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, serta mengurangi limbah melalui pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam. ***
Artikel Terkait
Di Perbatasan Borneo, Vespa Menjadi Bahasa Persaudaraan
Porseni XV Politeknik 2026: Polnep Tambah Tiga Emas, Futsal dan Pencak Silat Bidik Final
Kejagung Klaim Kantongi Bukti Kuat dalam Penetapan Tersangka Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung
Warga Temajok Berharap Parade Scooter Borneo Terus Bergulir, Dorong Pariwisata hingga Perkuat Kepedulian di Perbatasan
Usai Parade Scooter Borneo XXI, Posko FRKP West Borneo Vespa Lovers Jadi Titik Temu Scooterist Nusantara
Dewan Gubernur Tetapkan Saudari Destry Damayanti sebagai Pj Gubernur Sementara BI