PONTIANAKGLOBE.COM, SUMATERA UTARA -- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Hingga Kamis (16/7/2026), antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandara Kualanamu masih terjadi. Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan menjadi sorotan di media sosial.
Baca Juga: Diduga Tipu Wanita Rp100 Juta, Oknum Dosen UPI Bandung Jadi Sorotan
Salah satu warga, Indah Nira Sukma, membagikan pengalamannya saat mengantre BBM melalui akun Instagram @indahnirasukma.
"Isi BBM seperti mau antre bansos, kami beli pakai duit," tulis Indah.
Warga Mengaku Mengantre Seharian
Dalam unggahannya, Indah memperlihatkan antrean kendaraan yang mengular panjang. Ia mengaku harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
"(Mengantre) semalaman dari jam 3 pagi sampai jam 6 sore, untung ada musala di SPBU Bandara Kualanamu," tulisnya.
Berdasarkan kondisi di lapangan, krisis BBM di Sumatera Utara telah memasuki hari keempat. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan hampir menutupi akses gerbang utama Bandara Kualanamu.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga keamanan, personel Polsek Kawasan Bandara Kualanamu bersama petugas Aviation Security (Avsec) turut mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU.
Pemkot Medan Klaim Terus Berkoordinasi
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan pemerintah daerah telah meminta PT Pertamina memperbaiki distribusi BBM agar antrean panjang tidak terus berlanjut.
Menurutnya, kelangkaan BBM tidak boleh sampai menghambat aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.
"Pemkot Medan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina sekaligus mengawal proses distribusi," kata Rico dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).