PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA BARAT -- Pengelolaan ratusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat kembali menjadi perhatian. Sejumlah informasi yang dihimpun redaksi mengarah pada dugaan adanya dominasi pengelolaan oleh satu yayasan yang memiliki jaringan di berbagai daerah.
Untuk menelusuri informasi tersebut, tim PorosJakarta.com mendatangi Yayasan Amanah Puri Annisa yang beralamat di Jalan Merkuri Tengah Nomor 6, Margahayu Raya, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, yayasan tersebut dikelola oleh seorang perempuan bernama Neni yang disebut merupakan dosen di salah satu akademi tata boga. Sementara mitra yayasan diketahui bernama Budi.
Ketua Yayasan Belum Dapat Ditemui
Saat wartawan mendatangi kantor yayasan sekitar pukul 10.00 WIB, Ketua Yayasan Neni tidak berada di lokasi. Kepala SPPG bernama Rijki juga tidak dapat ditemui sehingga konfirmasi langsung belum dapat dilakukan.
Sebagai gantinya, wartawan memperoleh keterangan dari tiga orang yang berada di kantor yayasan, yakni Andin yang disebut bertugas sebagai ahli gizi, Entin yang menangani administrasi keuangan, serta Jejen yang bertugas sebagai petugas keamanan.
Ketiga narasumber tersebut menyampaikan, sejauh pengetahuan mereka, yayasan sebelumnya mengelola sekitar 200 titik SPPG.
Menurut mereka, jumlah tersebut kemudian berkurang menjadi sekitar 150 titik dan saat ini yang masih aktif beroperasi diperkirakan sekitar 100 titik.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan para narasumber di lokasi dan hingga kini belum dapat diverifikasi melalui dokumen resmi maupun dikonfirmasi langsung kepada pengurus yayasan.
Disebut Tersebar di Berbagai Daerah
Ketiga narasumber juga menyebut titik-titik SPPG yang berada di bawah pengelolaan yayasan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kota Bandung, Tasikmalaya, Subang, Jakarta, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca Juga: Keluarga Korban Dugaan Pembakaran Santri Batal Berangkat ke Jakarta untuk Podcast Denny Sumargo
Khusus di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, mereka memperkirakan terdapat sekitar tujuh hingga delapan titik SPPG yang dikelola yayasan tersebut.
Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut kepada pihak yayasan maupun instansi terkait.