daily-vibes

Kematian Dokter PPDS di Manado Masih Diusut, Kemenkes Minta Publik Tunggu Hasil Investigasi

Kamis, 9 Juli 2026 | 12:50 WIB
Menyoroti kabar wafatnya Dokter PPDS di Manado, dr. Adrian Rantung yang menuai sorotan di media sosial terkait dugaan perundungan. (Threads.com/@divertikulitizz)

PONTIANAKGLOBE.COM, SULAWESI UTARA -- Kematian dr. Adrian Rantung, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang menjalani pendidikan klinis di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, menjadi perhatian publik.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar berbagai dugaan mengenai penyebab kematiannya. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga: Korban Dugaan KDRT oleh Oknum Polisi di Tegal Mengaku Dipaksa Konsumsi Sabu, Kuasa Hukum Sebut Rumah Dipasangi CCTV

Rekan Mencari Saat Jadwal Jaga

Berdasarkan informasi yang beredar, dr. Adrian dijadwalkan menjalani tugas jaga di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou pada Minggu (5/7/2026). Namun, ia tidak hadir dan tidak dapat dihubungi oleh rekan-rekannya.

Karena khawatir, sejumlah rekan kemudian mendatangi tempat tinggalnya di Kota Manado untuk memastikan kondisinya.

Setibanya di lokasi, mereka menemukan dr. Adrian telah meninggal dunia. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditangani sesuai prosedur.

Sejak kabar itu mencuat, berbagai informasi dan dugaan mengenai penyebab kematian dr. Adrian beredar luas di media sosial. Hingga saat ini, informasi tersebut masih dalam proses penelusuran.

Kemenkes: Investigasi Masih Berlangsung

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab kematian maupun dugaan yang berkembang di masyarakat.

"Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi," ujar Widyawati dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Anak Pengurus Ormas LBI Jadi Korban Begal di Bandung, Alami Luka Berat

Menurutnya, investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga telah menghentikan sementara kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado selama proses investigasi berlangsung.

Kemenkes mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian dr. Adrian sebelum proses investigasi selesai. ***

Tags

Terkini