daily-vibes

Kepala Bakom RI Pastikan Program Kopdes Merah Putih Berjalan Sesuai Tahapan, Tepis Narasi Bangunan Terbengkalai

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:33 WIB
Muhammad Qodari dalam satu kesempatan. (Bakom RI)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi sejumlah bangunan koperasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga: Viral Keluhan Warga Malang soal Sound Horeg hingga Dini Hari, Polisi Disebut Sudah Terima Aduan

Belakangan, beredar unggahan yang menampilkan bangunan Kopdes Merah Putih dengan narasi menyerupai swalayan yang tutup.

Menanggapi hal tersebut, Qodari mengatakan bangunan-bangunan itu memang belum mulai beroperasi karena masih berada dalam proses persiapan.

"Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Program Koperasi Merah Putih sudah berjalan dan saat ini masih melalui tahapan transisi sebelum beroperasi secara penuh," kata Qodari saat menjadi narasumber dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026.

Menurut Qodari, implementasi KDKMP sudah mulai berjalan di sejumlah daerah.

Saat berkunjung ke Padang, misalnya, ia melihat koperasi dimanfaatkan sebagai tempat penampungan hasil produksi madu masyarakat yang kemudian dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan warga.

Baca Juga: Adik Dokter Icha Tanggapi Pernyataan Kapolda NTT soal Pendampingan Psikolog

Ia menambahkan, hingga saat ini sebanyak 1.061 koperasi permanen telah diresmikan.

Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring target pemerintah membangun sekitar 40.000 koperasi pada 2026.

Qodari menjelaskan, setelah bangunan selesai dibangun masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari penataan ruang hingga pengisian barang sebelum koperasi resmi melayani masyarakat.

Selain membangun jaringan koperasi, pemerintah juga memproyeksikan program tersebut dapat membantu masyarakat menghemat biaya kebutuhan pokok.

Mengacu pada data yang dipaparkan Qodari, harga LPG 3 kilogram di koperasi sekitar Rp16.000 per tabung, lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang berkisar Rp20.000. Sementara MinyaKita dijual sekitar Rp15.700 per liter, sedangkan harga di pasaran mencapai sekitar Rp21.000.

Berdasarkan data Kemendukbangga tahun 2025 yang disampaikan Qodari, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG 3 kilogram dan empat liter minyak goreng setiap bulan.

Halaman:

Tags

Terkini