daily-vibes

Qodari Minta Publik Bersabar, Tegaskan Kopdes Merah Putih Masih Dalam Tahap Pengembangan

Minggu, 5 Juli 2026 | 15:05 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari soal progres Kopdes Merah Putih. (YouTube/Bakom RI)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan dirinya mendapat mandat untuk memastikan informasi mengenai program-program pemerintah tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data kepada masyarakat.

Salah satu program yang saat ini menjadi perhatian publik adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Belakangan, sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan bangunan KDKMP yang disebut-sebut menyerupai swalayan tutup sehingga memunculkan beragam spekulasi.

Menanggapi hal tersebut, Qodari menegaskan bangunan tersebut memang belum mulai beroperasi karena masih berada dalam tahap persiapan.

"Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Pertama, Koperasi Merah Putih sudah jalan. Seperti beberapa program Presiden lainnya, program itu ada kategori transisi dan permanen," kata Qodari saat menjadi pembicara dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026.

Kopdes Merah Putih Masih Berproses

Qodari menjelaskan implementasi KDKMP telah berjalan dalam berbagai bentuk. Saat berkunjung ke Padang, misalnya, ia melihat koperasi dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat menampung hasil produksi madu sehingga memberikan nilai tambah bagi para peternak.

Sementara itu, untuk koperasi yang telah memiliki bangunan permanen, Qodari mengatakan hingga saat ini baru 1.061 unit yang telah diresmikan.

Menurutnya, target pengembangan hingga puluhan ribu koperasi masih berlangsung secara bertahap sesuai rencana pemerintah.

"Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan sudah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, habis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya," ujarnya.

Klaim Dapat Menghemat Pengeluaran Masyarakat

Qodari juga menyampaikan bahwa KDKMP diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga melalui harga sejumlah kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.

Ia mencontohkan harga LPG 3 kilogram dan MinyaKita yang menurutnya lebih murah apabila dibeli melalui koperasi.

"Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700," kata Qodari dalam kesempatan lain pada 10 Juni 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) tahun 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan.

Dengan asumsi tersebut, Qodari memperkirakan masyarakat dapat menghemat sekitar Rp14,2 triliun per tahun dari pembelian LPG serta sekitar Rp18,82 triliun dari pembelian minyak goreng.

Halaman:

Tags

Terkini