daily-vibes

Lima Individu Orangutan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan ke Taman Nasional Betung Kerihun Kapuas Hulu

Rabu, 8 Juli 2026 | 21:57 WIB
Satu dari lima orangutan Kalimantan hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, sebagai bagian dari upaya memperkuat populasi satwa liar dan mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030. (BKSDA Kalbar)

PONTIANAKGLOBE.COM, KAPUAS HULU -- Sebanyak lima orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) hasil rehabilitasi kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Pelepasliaran yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) itu merupakan bagian dari upaya memperkuat populasi satwa endemik sekaligus mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Baca Juga: Kronologi Gadis 22 Tahun Tewas Diduga Dibunuh Pacar di Lumajang, Berawal dari Telepon Mencurigakan

Kegiatan konservasi tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS).

Lima individu orangutan yang dilepasliarkan terdiri atas satu jantan dan empat betina.

Di antaranya terdapat dua pasangan induk dan anak, yakni Jamilah (25) bersama Ulin (1), serta Sinta (13) bersama Sabine (2).

Sementara satu individu lainnya adalah Benazir, orangutan jantan berusia 14 tahun.

Sebelum kembali ke alam liar, seluruh orangutan menjalani proses rehabilitasi melalui sekolah hutan di Jerora dan karantina medis selama satu bulan.

Baca Juga: GHARIS Laporkan Dugaan Lonjakan Harta AHY dan Ibas ke KPK, Minta PPATK Ikut Telusuri

Berdasarkan hasil evaluasi, kelima individu tersebut dinyatakan siap secara fisik maupun perilaku untuk hidup mandiri di habitat alaminya.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan pelepasliaran tahap ke-18 ini merupakan bukti konsistensi berbagai pihak dalam menyelamatkan dan mengembalikan satwa liar dilindungi ke habitat aslinya.

Menurut Murlan, pelepasliaran bukan sekadar mengakhiri proses rehabilitasi, tetapi menjadi awal kehidupan baru bagi orangutan sekaligus memperkuat populasi orangutan Kalimantan di alam liar.

Habitat Dipilih Berdasarkan Kajian Ekologi

Sub-DAS Mendalam di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dipilih sebagai lokasi pelepasliaran setelah melalui kajian ekologi.

Kawasan tersebut dinilai memiliki daya dukung habitat yang tinggi, dengan sekitar 52 persen jenis vegetasi merupakan sumber pakan alami bagi orangutan.

Halaman:

Tags

Terkini