Lima Individu Orangutan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan ke Taman Nasional Betung Kerihun Kapuas Hulu

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Rabu, 8 Juli 2026 | 21:57 WIB
Satu dari lima orangutan Kalimantan hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, sebagai bagian dari upaya memperkuat populasi satwa liar dan mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030.  (BKSDA Kalbar)
Satu dari lima orangutan Kalimantan hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, sebagai bagian dari upaya memperkuat populasi satwa liar dan mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030. (BKSDA Kalbar)

Untuk mencapai lokasi pelepasliaran, tim harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama sekitar 10 hingga 12 jam dari Sintang menuju Putussibau.

Baca Juga: Viral Dugaan Surat Dinas Menteri PU ke New York, Pencantuman Nama Istri dan Anak Jadi Sorotan

Setibanya di lokasi, kelima orangutan terlebih dahulu ditempatkan di kandang habituasi guna memulihkan kondisi fisik dan psikologis setelah perjalanan panjang.

Dipantau Selama Tiga Bulan

Setelah dilepasliarkan, tim konservasi akan melakukan pemantauan intensif selama maksimal tiga bulan menggunakan metode nest-to-nest, yakni mengikuti aktivitas orangutan sejak meninggalkan sarang pada pagi hari hingga kembali membuat sarang pada sore hari.

Tim monitoring terdiri atas delapan hingga 12 personel.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih, berharap populasi orangutan di kawasan konservasi tersebut terus bertambah sehingga tetap lestari bagi generasi mendatang.

Selain itu, Camp Mentibat di Resor PTN Nanga Hovat direncanakan dikembangkan sebagai pusat riset dan edukasi orangutan.

Kawasan tersebut juga memiliki potensi menjadi destinasi wisata alam, termasuk wisata arung jeram.

Sejak program pelepasliaran dimulai pada 2017 hingga akhir 2025, sebanyak 39 individu orangutan dari subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii telah berhasil dikembalikan ke habitat alaminya di Taman Nasional Betung Kerihun.

Keberhasilan pelepasliaran ini diharapkan semakin memperkuat populasi orangutan Kalimantan di alam liar sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dan para mitra konservasi dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan sebagai habitat satwa endemik. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X