Untuk mencapai lokasi pelepasliaran, tim harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama sekitar 10 hingga 12 jam dari Sintang menuju Putussibau.
Baca Juga: Viral Dugaan Surat Dinas Menteri PU ke New York, Pencantuman Nama Istri dan Anak Jadi Sorotan
Setibanya di lokasi, kelima orangutan terlebih dahulu ditempatkan di kandang habituasi guna memulihkan kondisi fisik dan psikologis setelah perjalanan panjang.
Dipantau Selama Tiga Bulan
Setelah dilepasliarkan, tim konservasi akan melakukan pemantauan intensif selama maksimal tiga bulan menggunakan metode nest-to-nest, yakni mengikuti aktivitas orangutan sejak meninggalkan sarang pada pagi hari hingga kembali membuat sarang pada sore hari.
Tim monitoring terdiri atas delapan hingga 12 personel.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih, berharap populasi orangutan di kawasan konservasi tersebut terus bertambah sehingga tetap lestari bagi generasi mendatang.
Selain itu, Camp Mentibat di Resor PTN Nanga Hovat direncanakan dikembangkan sebagai pusat riset dan edukasi orangutan.
Kawasan tersebut juga memiliki potensi menjadi destinasi wisata alam, termasuk wisata arung jeram.
Sejak program pelepasliaran dimulai pada 2017 hingga akhir 2025, sebanyak 39 individu orangutan dari subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii telah berhasil dikembalikan ke habitat alaminya di Taman Nasional Betung Kerihun.
Keberhasilan pelepasliaran ini diharapkan semakin memperkuat populasi orangutan Kalimantan di alam liar sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dan para mitra konservasi dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan sebagai habitat satwa endemik. ***
Artikel Terkait
Kabar Gembira, Satu Individu Orangutan Lahir di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat
Uji Keamanan Kratom, BPOM Lakukan Pengujian In Vivo pada Hewan, Ini Maksud-nya
Kesempatan Beasiswa Peduli Orangutan Kalbar 2025, Cek Syarat dan Jadwalnya!
20 Tahun Dirantai, Orangutan Jojo Kini Hidup Bebas di Enclosure Semi-Liar Ketapang
Tersasar hingga Makan Cempedak Warga, Dua Orangutan Akhirnya Dilepas ke Habitat Asli
Di Jantung Biosfer Kalbar, Ketika Habitat Orangutan Beririsan dengan Ekspansi Sawit