daily-vibes

Harga Beras Turun di 23 Provinsi! Mentan Amran Pastikan Rakyat Bahagia dan Inflasi Terkendali

Rabu, 5 November 2025 | 12:24 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung panen padi bersama petani, simbol komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian pertanian nasional. (Dok. Kementan)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa meskipun terjadi inflasi umum sebesar 0,28 persen pada Oktober 2025, komoditas beras justru mencatat deflasi 0,27 persen (month-to-month).

Kondisi ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya, di mana beras mengalami kenaikan harga pada Oktober 2022 dan 2023.

Baca Juga: Kayong Utara Dapat Mesin Pertanian Raksasa, Petani Siap Panen Produktivitas Baru

Menariknya, deflasi pada Oktober 2025 tercatat lebih dalam dibanding bulan September, menandakan penurunan harga yang semakin luas di berbagai daerah.

Secara nasional, sebanyak 23 provinsi mengalami deflasi beras, tiga provinsi mencatat harga stabil, dan 12 provinsi lainnya mengalami inflasi beras.

“Deflasi beras pada Oktober 2025 lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Harga beras di tingkat penggilingan rata-rata turun 0,54 persen dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan kualitas, beras premium turun 0,71 persen, sedangkan beras medium turun 0,46 persen.

Tren penurunan juga terlihat di tingkat grosir (deflasi 0,18 persen) dan tingkat eceran (deflasi 0,27 persen).

Baca Juga: Unika San Agustin Jajaki Kolaborasi Riset Pertanian dengan UGM dan Prasetiya Mulya

Penurunan ini menggambarkan perbaikan signifikan di rantai pasok nasional.

Selain beras, sejumlah komoditas lain dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menyumbang deflasi Oktober 2025, seperti bawang merah dan cabai rawit (masing-masing -0,03 persen) serta tomat (-0,02 persen).

“Beberapa komoditas pangan memberikan andil terhadap deflasi Oktober 2025, termasuk bawang merah, cabai rawit, tomat, dan beras,” jelas Pudji.

Menurut BPS, penurunan harga beras secara luas di mayoritas provinsi menjadi faktor kunci dalam menahan tekanan inflasi nasional menjelang akhir tahun.

Pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas harga melalui kebijakan distribusi dan pengendalian pasokan yang tepat sasaran, di tengah dinamika cuaca dan perbedaan produksi antarwilayah.

Halaman:

Tags

Terkini