Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan menekan harga beras merupakan hasil sinergi lintas sektor dan pengawalan di tingkat kabupaten, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan kita menurunkan harga supaya masyarakat bahagia, dan itu sudah tercapai. Tapi kami tidak berhenti di sini. Kami bentuk tim pengawal harga di setiap kabupaten untuk menjaga stabilitas harga beras,” ujarnya.
Baca Juga: IFG Perluas Perlindungan Risiko Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional
Tim pengawal harga tersebut terdiri dari Kementan, Bappenas, Bulog, serta aparat penegak hukum, dan akan terus melaksanakan operasi pasar, terutama di daerah-daerah dengan harga beras yang masih di atas rata-rata nasional.
“Operasi pasar akan terus berjalan, bahkan saat panen raya nanti, kita akan salurkan beras SPHP ke daerah-daerah pegunungan yang bukan sentra produksi,” tegas Mentan Amran.
Dengan langkah-langkah strategis dan kerja sama lintas lembaga, Amran optimistis bahwa sektor pertanian Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan nasional.
“Ini keberhasilan bersama — bukan hanya Kementerian Pertanian, tapi juga Presiden, petani, hingga insan pers yang terus mengawal,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
KPK Menangkap Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Nasdem Mengecam Penangkapan yang Terburu-buru
Amran Sulaiman Akan Dilantik Menjadi Menteri Pertanian Menggantikan Syahrul Yasin Limpo
Geledah Rumah Anggota DPR Vita Ervina, KPK Sita Bukti terkait Kasus Korupsi Kementerian Pertanian. Intip Isi Garasi Politisi PDIP Itu
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Sebut Rencana Budidaya Kratom Setelah Regulasi
Solusi Pertanian Ramah Lingkungan di Dusun Ayo Gundaleng
BRI Dorong Pertanian Modern, Antarkan Desa Bansari Jadi Pelopor Melon Premium Hidroponik