daily-vibes

Munculnya Fenomena 'Purbaya Effect': Simbol Kepercayaan Baru Publik pada Figur Profesional

Minggu, 2 November 2025 | 12:40 WIB
(Dok. Facebook/Purbaya Yudhi Sadewa)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan setelah hasil survei Great Institute menempatkannya sebagai menteri paling populer di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Fenomena tersebut bahkan disebut sebagai 'Purbaya Effect' oleh lembaga kajian teknologi, ekonomi, dan politik itu.

Baca Juga: Skandal Lama Terulang? Dugaan SNI Palsu Kembali Bayangi Program Makan Bergizi Gratis

Direktur Eksekutif Great Institute, Sudarto, menyebut pengangkatan Purbaya sebagai langkah Presiden Prabowo yang paling diapresiasi publik.

“Yang agak mengejutkan Purbaya effect, di survei kelihatan ada pengangkatan Purbaya,” ujar Sudarto di Jakarta, Sabtu, (1/11/2025). 

Menurutnya, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo ditopang oleh dua sektor utama, yaitu politik dan ekonomi.

“Di sektor politik, empat kebijakan Presiden Prabowo yang terpopuler adalah pemberantasan korupsi, kebebasan berpendapat, isu Palestina dan diplomasi luar negeri, serta penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan,” kata Sudarto.

Sudarto menjelaskan, kebijakan ekonomi menjadi faktor dominan meningkatnya kepuasan publik. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta upaya pemulihan ekonomi rumah tangga disebut paling disukai masyarakat.

Ia menambahkan, survei dilakukan dengan sistem terbuka. Responden diminta menyebut tiga nama menteri berprestasi, di mana nama pertama mendapat tiga poin, kedua dua poin, dan ketiga satu poin.

“Hasilnya, Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh 826 poin, tertinggi dibanding menteri lain,” jelas Sudarto.

Popularitas yang terus menanjak disebut mencerminkan optimisme publik terhadap stabilitas ekonomi di bawah kepemimpinan Purbaya. Namun, di tengah sorotan tersebut, muncul isu yang mengaitkannya dengan salah satu partai politik besar.

Menanggapi isu itu, Purbaya menegaskan dirinya tidak berminat terjun ke politik, termasuk kabar yang menyebut ia akan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Saya tidak tahu, saya tidak tertarik politik,” ujarnya di Jakarta, Rabu, (29/10/2025). 

Purbaya menegaskan fokusnya tetap pada pengelolaan keuangan negara.

Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, mengakui nama Purbaya tengah naik daun dan bahkan lebih populer dibanding sejumlah tokoh politik seperti Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi.

Halaman:

Tags

Terkini