daily-vibes

35 Juta Anak Tertolong! Steve Forbes Soroti Keberanian Prabowo dalam Lawan Stunting

Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:10 WIB
Presiden Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan kesejahteraan rakyat di hadapan para CEO dunia. (Tim Media Prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, berbincang dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sesi dialog terbuka pada Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10).

Percakapan tersebut membahas perjalanan hidup Prabowo, kebijakan ekonomi nasional, hingga peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.

Baca Juga: Geger Radioaktif Cesium-137, Kemensos Siapkan Langkah Perlindungan Warga Serang

Menutup sesi dialog, Steve Forbes menyampaikan kekagumannya terhadap gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilainya tegas dan visioner.

Ia juga menyinggung peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian di Gaza serta sikap berani Prabowo dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Beberapa orang mengkritik Anda karena pernyataan bahwa Israel harus mengakui Palestina dan sebaliknya. Tapi bagi saya, itu menunjukkan jenis kepemimpinan tegas dan visioner yang dibutuhkan dunia saat ini,” ujar Steve.

Baca Juga: Purbaya Buka Suara Soal Dana Rp100 Triliun MBG: “Belum Ada Uangnya!”

Ia juga menyoroti aksi nyata Prabowo dalam pembangunan di akar rumput.

“Apakah itu soal menyediakan es untuk nelayan atau mendorong perdamaian di wilayah yang bergolak, Indonesia memiliki seorang pemimpin yang sangat kuat. Saya bersyukur akan hal itu,” lanjutnya.

Dalam sesi tersebut, Prabowo menyoroti keberhasilan Program Kampung Nelayan.

Ia menyebut banyak desa nelayan sebelumnya tidak memiliki fasilitas dasar seperti dermaga atau es.

Baca Juga: KPK dan BGN Bersinergi Awasi Program Bergizi Gratis agar Tepat Sasaran

“Banyak desa nelayan tidak punya dermaga, tidak punya es. Jadi kami bangun dermaga, kami bantu dengan fasilitas produksi es skala kecil. Setelah satu setengah sampai dua tahun, pendapatan mereka naik seratus persen. Saya sendiri terkejut,” kata Prabowo.

Ia juga menjelaskan latar belakang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lahir dari pengalamannya melihat langsung kondisi anak-anak desa yang mengalami stunting dan kekurangan gizi.

“Setiap kali saya datang ke desa, saya disambut anak-anak kecil. Saya ajak bicara. Saya tanya umur mereka, dan sering kali saya terkejut. Anak laki-laki yang saya kira berusia empat tahun ternyata sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira lima tahun, ternyata sebelas tahun. Saya melihat langsung stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan dengan mata kepala sendiri,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini