MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi menyeluruh, mulai dari skala dapur, distribusi, hingga keamanan pangan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi menyeluruh, mulai dari skala dapur, distribusi, hingga keamanan pangan.

Jadi, yang dibagi bukan hanya porsi makanan. Kesempatan ekonominya juga harus dibagi.

Karena itu, pergantian kepemimpinan BGN seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi arsitektur MBG secara lebih fundamental.

Jangan hanya mencari dapur fiktif, menutup SPPG bermasalah, atau menambah aturan dan sertifikasi. Semua itu diperlukan, tetapi belum tentu cukup untuk menjawab persoalan yang berulang.

Jika kasus keracunan terus terjadi, evaluasi juga perlu menyentuh skala produksi.

Jika UMKM sulit masuk, evaluasi kebutuhan modalnya.

Jika manfaat ekonomi terkonsentrasi, ubah model distribusi kesempatan usahanya.

Saya membayangkan MBG ke depan tidak identik dengan dapur besar yang memproduksi ribuan porsi. Sebaliknya, program ini dapat ditopang oleh lebih banyak dapur berkapasitas kecil yang tersebar dekat sekolah, dikelola masyarakat lokal, diawasi dengan standar nasional, dan sebisa mungkin menggunakan bahan baku dari wilayah sekitar.

Dengan begitu, kita bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus: risiko lebih mudah dikendalikan dan manfaat ekonomi lebih merata.

Jadi, jangan hanya bertanya: dapur mana yang harus ditutup?

Mulailah bertanya: apakah dapurnya memang harus sebesar itu?

Pecah dapurnya. Perketat standarnya. Pendekkan distribusinya. Perbanyak pelakunya.

Dapur berkapasitas 3.000 porsi mungkin terlihat efisien. Namun, jika enam dapur berkapasitas 500 porsi membuat proses lebih mudah dikontrol sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha, mengapa kita tidak berani mencobanya?

MBG jangan menjadi bisnis besar yang hanya bisa dimasuki orang bermodal besar. Uang negara yang begitu besar seharusnya bukan hanya membagi jutaan porsi makanan, tetapi juga membagi kesempatan ekonomi kepada sebanyak mungkin rakyat Indonesia. ***

 
 
 
 

Traktir kopi Dukung Jurnalisme Terus Berkarya
Halaman:
Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan

Artikel Selanjutnya

Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB
Lihat Semua

Terpopuler

X