Sopir Kopaja Disebut Diintimidasi Jelang Demo BEM UI, Mahasiswa Soroti Upaya Pembungkaman

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Menyoroti dugaan intimidasi polisi terhadap puluhan sopir Kopaja yang hendak mengangkut massa aksi BEM UI menuju Bundaran HI.  (Instagram.com/@jakartainfoterkini.id)
Menyoroti dugaan intimidasi polisi terhadap puluhan sopir Kopaja yang hendak mengangkut massa aksi BEM UI menuju Bundaran HI. (Instagram.com/@jakartainfoterkini.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Beredar video di media sosial yang memperlihatkan detik-detik kericuhan menjelang aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam video tersebut, aparat kepolisian tampak menghadang kendaraan yang diduga akan mengangkut massa aksi BEM UI menuju Bundaran HI.

Baca Juga: BEM UI Gelar Aksi #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan

Situasi tersebut kemudian diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Mahasiswa menduga tindakan tersebut merupakan upaya untuk menghambat aksi demonstrasi.

Koordinator Lapangan Aksi Merebut Kemerdekaan, Hafidz Haernanda, turut menyoroti persoalan tersebut saat berorasi di lapangan kampus FISIP UI, Depok, pada hari yang sama.

Hafidz mengklaim sebanyak 24 sopir Kopaja mendapat ancaman dan intimidasi agar tidak mengangkut massa BEM UI menuju Bundaran HI.

"Mereka (para sopir) itu disuruh membuat seribu alasan agar tidak bisa menjemput kami. Dan ini tidak hanya di BEM UI kawan-kawan," kata Hafidz dalam orasinya.

Pesanan Angkutan Mendadak Batal

Hafidz mengatakan para sopir bus yang sebelumnya telah dipesan mahasiswa tiba-tiba membatalkan perjalanan secara sepihak.

Menurut dia, pembatalan tersebut terjadi setelah para sopir menerima telepon dari pihak tertentu yang diduga memberikan tekanan.

"Bayangkan, kita pesan total 24 Kopaja. 24 Kopaja semuanya tidak bisa karena mereka diintimidasi," beber Hafidz.

"Karena mereka diintimidasi, bisa saja dipecat. Ini kan sangat disayangkan," sambungnya.

Baca Juga: BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang Sebelum Demo

Hafidz menegaskan pihaknya tidak menyalahkan para sopir atas pembatalan tersebut. Menurutnya, para pengemudi juga berada dalam posisi sulit karena harus mempertahankan pekerjaan mereka.

"Kami tidak menyalahkan driver-driver tersebut, karena mereka hidup di sebuah sistem yang mengakibatkan mereka harus bekerja seperti ini," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X