Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, mengatakan peristiwa tersebut berdampak besar terhadap masyarakat pedalaman yang selama ini bergantung pada layanan penerbangan perintis.
Menurutnya, transportasi udara menjadi jalur utama distribusi bahan pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok di puluhan distrik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Perjalanan dari Wamena menuju Balinggama hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit menggunakan pesawat. Sementara melalui jalur darat, perjalanan dapat memakan waktu beberapa hari hingga satu pekan.
Karena itu, terganggunya layanan penerbangan perintis dikhawatirkan akan menghambat aktivitas masyarakat serta memperburuk akses terhadap layanan dasar di wilayah pegunungan Papua. ***
Artikel Terkait
Gubernur Papua Barat Daya Bantah Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag Tegaskan Itu Hoaks
Langsung Klarifikasi, Yusril Bantah Wapres Gibran Akan Berkantor di Papua, Ternyata Badan Ini yang akan Berkantor di Papua
Salut! Paskibraka Papua Tetap Kibarkan Merah Putih Meski Nyaris Pingsan
KPK Tak Gentar, Kasus Korupsi Papua Tetap Jalan Meski Lukas Enembe Telah Tiada
Update Banjir Bandang Terjang Nduga Papua, 15 Orang Tewas dan 8 Masih Hilang
Kado Natal untuk Putra Dayak Kanayatn! Dari Landak ke Papua Barat, Damianus Dedy Susanto Naik Pangkat Jadi Kombes Polisi