Di era attention economy, perhatian memang harus direbut. Namun, perhatian yang diperoleh melalui manipulasi akan cepat hilang. Sebaliknya, perhatian yang dibangun di atas kredibilitas akan melahirkan kepercayaan. Dan kepercayaan adalah aset terbesar yang dimiliki pers.
Karena itu, saya percaya profesi ini membutuhkan cara pandang baru. Bukan untuk meninggalkan jurnalisme, melainkan untuk menyelamatkannya agar tetap relevan. Wartawan hari ini bukan lagi sekadar penulis berita. Ia adalah kreator yang bekerja dengan disiplin jurnalistik, menghubungkan fakta dengan publik melalui berbagai format dan platform.
Sudah saatnya kita menyebut mereka dengan nama yang mencerminkan realitas zaman.
Creator Pers. Bukan karena jurnalisme telah berubah menjadi industri hiburan, melainkan karena cara jurnalisme diproduksi dan didistribusikan telah berevolusi. Nilai-nilai pers tetap sama. Yang berubah adalah cara menghadirkannya kepada masyarakat. Dan mereka yang mampu menguasai perubahan itulah yang akan menentukan masa depan industri media Indonesia. ***
Artikel Terkait
CEO Promedia Agus Sulistriyono Sebut Hari Pers Nasional Momen Penting untuk Menghargai Dedikasi Jurnalis di Indonesia
CEO Promedia Agus Sulistriyono Tegaskan, Kalau Tata Kelola MBG Benar, Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bukan Mimpi
Roadshow Terakhir Promedia di Tasikmalaya, CEO Agus Sulistriyono Serukan Optimisme Media
Promedia Group Gandeng Manava Collective Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat
Promedia Group Audiensi dengan Bakom RI, Bahas Penguatan Komunikasi Publik Melalui Media Lokal
Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor Kunjungi Promedia Group, Pelajari Ekosistem Industri Media Digital