Musim Kemarau Datang, Kalimantan Barat Kembali Diuji Ancaman Karhutla

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 11 Juni 2026 | 06:05 WIB
Foto ilustrasi kabut asap yang membuat pandangan terbatas di jalan raya. (Pexels @Emre Gencer)
Foto ilustrasi kabut asap yang membuat pandangan terbatas di jalan raya. (Pexels @Emre Gencer)

Meski demikian, tantangan yang dihadapi masih besar. Luasnya wilayah yang harus diawasi membuat pencegahan memerlukan komitmen jangka panjang dan kerja sama lintas sektor.

Baca Juga: Investasi Terbaik Bukan di Pasar Modal: Mengapa Kuliah Jarak Jauh Adalah Pilihan Finansial Paling Logis Saat Ini

Banyak pihak menilai bahwa keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga dari kemampuan menjaga lahan tetap basah, melindungi kawasan gambut, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.

Menjaga Langit Kalbar Tetap Biru

Ketika musim kemarau kembali datang, kewaspadaan menjadi kunci utama. Mencegah satu titik api jauh lebih mudah dibandingkan memadamkan kebakaran yang telah meluas.

Langit Kalimantan Barat yang bebas asap bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan.

Itu adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang hidup dan menggantungkan masa depannya pada lingkungan yang sehat.

Musim kemarau mungkin tidak bisa dihindari.

Namun dampak buruk karhutla dapat diminimalkan jika semua pihak memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga hutan, lahan, dan kawasan gambut dari ancaman kebakaran.

Sebab ketika api mulai membesar, yang dipertaruhkan bukan hanya pohon dan lahan, melainkan kualitas hidup jutaan orang di Kalimantan Barat. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB
X