Meski demikian, tantangan yang dihadapi masih besar. Luasnya wilayah yang harus diawasi membuat pencegahan memerlukan komitmen jangka panjang dan kerja sama lintas sektor.
Banyak pihak menilai bahwa keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga dari kemampuan menjaga lahan tetap basah, melindungi kawasan gambut, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
Menjaga Langit Kalbar Tetap Biru
Ketika musim kemarau kembali datang, kewaspadaan menjadi kunci utama. Mencegah satu titik api jauh lebih mudah dibandingkan memadamkan kebakaran yang telah meluas.
Langit Kalimantan Barat yang bebas asap bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan.
Itu adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang hidup dan menggantungkan masa depannya pada lingkungan yang sehat.
Musim kemarau mungkin tidak bisa dihindari.
Namun dampak buruk karhutla dapat diminimalkan jika semua pihak memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga hutan, lahan, dan kawasan gambut dari ancaman kebakaran.
Sebab ketika api mulai membesar, yang dipertaruhkan bukan hanya pohon dan lahan, melainkan kualitas hidup jutaan orang di Kalimantan Barat. ***
Artikel Terkait
Sengketa Lahan 16,4 Hektare: Jusuf Kalla Tantang Mafia Tanah di Pengadilan
Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Aktor Utama Fenomena ‘Gunung Menangis’
Prabowo Tantang Mafia Lahan Sawit dan Tambang: Jangan Coba Main Belakang
Ance Prasetyo Desak KLHK Usut Lahan Kompensasi Tambang Emas
Hashim Tegaskan Lahan BUMN Harus untuk Rumah Rakyat
Lahan di Kubu Raya Makin Melejit, Mending Nabung Beli Tanah Kavling atau Saham Properti?