Geger di Sekolah Elite Pahoa Gading Serpong! Siswa Kelas 8 Ditemukan Tewas, Diduga Korban Bullying

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 5 November 2025 | 12:57 WIB
Peti jenazah siswa SMP Pahoa Gading Serpong yang ditemukan tewas diduga akibat bullying. Kasus ini masih diselidiki pihak kepolisian. (Dok. Ist)
Peti jenazah siswa SMP Pahoa Gading Serpong yang ditemukan tewas diduga akibat bullying. Kasus ini masih diselidiki pihak kepolisian. (Dok. Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Seorang siswa kelas 8 di sekolah swasta unggulan Pahoa, Gading Serpong, ditemukan meninggal dunia diduga setelah terjun dari gedung sekolah.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Update Skandal Perundungan dr Aulia Risma, Terdakwa Zara Mengaku Ditekan Senior di PPDS Anestesi Undip

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa siswa berinisial N (13) diduga menjadi korban perundungan (bullying).

“Saya alumni Pahoa. Dari info adik kelas, korban memang mengalami bullying,” tulis akun X @fapperswagger, Rabu (5/11/2025).

Kabar meninggalnya siswa tersebut pertama kali tersebar di media sosial.

Salah satu akun di Threads, @madam_indonesia, menulis bahwa para orang tua di kawasan Gading Serpong, BSD, hingga PIK tengah ramai membicarakan kasus ini.

Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus, meski tangkapan layarnya sudah beredar luas.

Yang menjadi sorotan publik adalah matinya seluruh kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian dan tidak adanya saksi mata yang melihat langsung peristiwa tragis itu.

“Aku hapus (posting-an) karena ada saran dari sesama orang tua supaya tidak memperkeruh keadaan. Yang penting, kesadaran soal kasus ini sudah tersebar,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Kronologi Pria di Kubu Raya Tewas dengan Luka Tembak di Kepala, Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Rakitan

Minimnya keterbukaan dari pihak sekolah juga dinilai semakin memperkuat dugaan adanya kasus perundungan di balik kematian siswa N.

Beberapa warganet bahkan menyatakan tidak percaya bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

“Aku dan banyak orang tua lain nggak percaya kalau itu bunuh diri. Menyebarkan isu seperti itu malah makin menyakiti keluarga korban,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Pihak keluarga pun dikabarkan belum mendapatkan penjelasan resmi dari sekolah. Mereka juga mempertanyakan alasan rekaman CCTV tidak diberikan dan lokasi kejadian yang sudah dibersihkan sebelum proses penyelidikan selesai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: HarianMassa.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X