Great Institute Sebut Prabowo Populer karena Purbaya, Bukan karena Janji Politiknya

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 4 November 2025 | 15:13 WIB
Pengamat menyebut Menkeu Purbaya berpengaruh untuk kepuasan publik pada pemerintahan Presiden Prabowo.  (Dok. Instagram/menkeuri)
Pengamat menyebut Menkeu Purbaya berpengaruh untuk kepuasan publik pada pemerintahan Presiden Prabowo. (Dok. Instagram/menkeuri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Lembaga kajian teknologi, ekonomi, dan politik Great Institute merilis laporan hasil survei tingkat kepuasan publik dalam setahun pemerintahan Presiden Prabowo sebesar 85,8 persen.

Angka tingkat kepuasan publik pada Presiden Prabowo tersebut menurut Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan mengungkapkan bahwa ada pengaruh dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga: Rilis BPS Kalbar, Indeks Harga Konsumen Oktober 2025 terjadi Inflasi 2,07 persen

Syahganda mengatakan bahwa hasil survei dari lembaganya menunjukkan hal yang terkait Menkeu Purbaya cukup tinggi.

“Mungkin orang jadi terpesona dengan Prabowo yang punya menteri baru,” ujar Syahganda dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Selasa, (4/11/2025)

Bambang juga membeberkan data survei dari Litbang Kompas pada Januari 2025 menunjukkan kepuasan 80,9 persen dan Indikator dengan hasil datanya 79,3 persen.

“Jadi, jangan-jangan yang disebut Syahganda ada ‘Purbaya Effect’ itu memang terjadi di ujung satu tahun pemerintahannya Pak Prabowo,” kata Bambang Widjojanto menimpali.

Mengenai kebijakan suntikkan Rp200 triliun kepada bank Himbara yang bisa dipinjam oleh Koperasi Merah Putih, Syahganda menyatakan bisa membuat publik makin percaya dan puas.

“Bisa lebih tinggi lagi (hasil survei), bisa lebih dari 80-an persen karena uangnya baru turun. Jadi, menurut saya ini ‘Purbaya Effect’ besar sekali dalam menaikkan kepuasan publik pada Prabowo,” tuturnya.

Great Institute Lakukan Survei hanya untuk Prabowo

Dalam kesempatan itu, Syahganda juga menjelaskan alasan Great Institute tidak membawa nama Wapres Gibran Rakabuming untuk keperluan survei.

“Saya meyakini ada negative effect dalam Wapres ini, kalau dimasukkan ke dalam survei, itu maka akan menurun kepuasan terhadap pemerintahan,” ucap Syahganda.

“Tapi cuma Prabowo, ya seperti saya dapat 85,8 hampir 86 (persen) gitu lho,” jelasnya.

Dari sisi politik, Prabowo yang terus menyerukan perdamaian di Palestina juga turut memberikan kontribusi.

“Ketika misalnya Presiden bicara soal dunia internasional, Palestina misalnya itu hasilnya 89,5 persen karena Presiden menunjukkan berkali-kali dia serius dan tampil luar biasa,” tambahnya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X