Ia juga mengunjungi Terowongan Silaturahim, penghubung Masjid Istiqlal dan Katedral St. Maria Asumpta — sebuah gagasan Nasaruddin Umar yang kini menjadi simbol persaudaraan antarumat beragama.
Baca Juga: Kardinal Timothy Dolan dari New York Sebut Figur Non-Partisan di Balik Terpilihnya Paus Leo XIV
“Tugas kita membantu semua orang melewati terowongan menuju terang,” ujar Paus saat itu.
Terowongan ini menjadi lambang perjalanan bersama antarumat beriman menuju perdamaian dan kasih.
Selain ziarah ke makam Paus Fransiskus, Menag Nasaruddin juga mengunjungi Basilika Santo Petrus di Vatikan — salah satu gereja termegah di dunia dan pusat spiritual Gereja Katolik Roma.
Basilika ini dibangun pertama kali pada abad ke-4 oleh Kaisar Konstantinus di atas makam Rasul Petrus, dan direnovasi pada masa Paus Julius II tahun 1506 oleh para maestro Renaisans seperti Donato Bramante, Rafael Sanzio, Michelangelo, dan Bernini.
Di tengah keramaian para peziarah Yubelium, Nasaruddin Umar tampak mengagumi keindahan arsitektur dan karya seni di dalam basilika, mulai dari fresko hingga patung-patung bernilai tinggi.
“Saya mendapat penjelasan dari Pak Dubes tentang sejarah dan makna spiritual basilika ini. Luar biasa indah,” tuturnya. ***
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Tutup Usia, Gereja Katolik Berduka, Ini Kata Ketua KWI
Pemuda Lintas Iman Indonesia Sampaikan Duka atas Wafatnya Paus Fransiskus, Begini Kata Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo
Tiga Romo Katolik Hadiri Istighosah dan Doa untuk Paus Fransiskus di PCNU Sekupang, Batam
Kardinal Pietro Parolin Disebut Calon Terkuat Pengganti Paus Fransiskus Jelang Conclave, Ternyata Ini Alasannya
Kesederhanaan Mendiang Paus Fransiskus Terpancar dari Jam Tangan Seharga Rp800 Ribuan
Paus Fransiskus Wafat, Dunia Kenang Jam Tangan Murah Kesayangannya