Operasi diarahkan ke wilayah hulu Sungai Tuntang dan Sungai Lusi agar hujan tidak turun di daerah yang masih tergenang.
“Tujuan modifikasi cuaca adalah redistribusi hujan, agar tidak turun di wilayah banjir,” jelas Muhari.
Operasi akan berlangsung tiga hingga lima hari dan dapat diperpanjang bila intensitas hujan tetap tinggi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi, mengatakan dapur umum dan bantuan logistik telah disalurkan ke sejumlah titik.
“Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik sudah kami distribusikan,” ujarnya.
Baca Juga: Isu Rp1 Triliun Dana Endapan di Bekasi, Sekda Junaedi: 'Bohong Besar!'
Ia menambahkan, penanganan banjir Semarang sangat bergantung pada sistem pompa. Dari sebelas unit pompa di Rumah Pompa Tenggang dan Sringin, sebagian masih dalam proses peningkatan kapasitas.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjaga di titik-titik genangan untuk memulihkan jalur utama Pantura dari kepungan banjir.***
Artikel Terkait
156 KK Dievakuasi Akibat Banjir di Purwakarta: Tanggul Jebol, Jatiluhur Terendam
Update Bencana Banjir-Longsor di Sukabumi: 5 Korban Tewas, 4 Orang Masih Hilang
Warga Bekasi Doakan Prabowo Saat Cek Banjir, 'Semoga Bapak Sehat Selalu'
Strategi Cegah Banjir Rob di Jakarta, Begini Kata Bang Doel yang Akan Disiapkan Pemprov
Halmahera Selatan Dilanda Banjir Besar: Balita Tewas, Ribuan Warga Mengungsi
BPBD DKI Peringatkan Banjir Rob hingga 29 Juni, Ancol dan Sejumlah Wilayah Pesisir Terancam