PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pulau Penebang di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mulai dipandang sebagai salah satu kawasan yang berpotensi mendukung pengembangan industri pengolahan mineral di Indonesia.
Letaknya yang berada di wilayah Kepulauan Karimata dinilai strategis karena dekat dengan sumber bahan baku bauksit sekaligus memiliki akses logistik laut yang memadai.
Baca Juga: Pemerintah akan Berlakukan Larangan Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023
Potensi tersebut menjadi dasar pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola PT Dharma Inti Bersama (DIB).
Kawasan ini diproyeksikan menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi mineral sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Direktur KIPP, Rasnius Pasaribu, mengatakan penetapan Pulau Penebang sebagai lokasi kawasan industri didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis untuk mendukung pengembangan industri dalam jangka panjang.
Baca Juga: Pulau Penebang Dinilai Punya Posisi Strategis untuk Dukung Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
Menurutnya, kedekatan dengan salah satu cadangan bauksit terbesar di Indonesia menjadi nilai tambah utama.
Di sisi lain, keberadaan jalur logistik laut yang efisien juga dinilai mampu menunjang distribusi bahan baku maupun hasil produksi.
"Pemilihan Pulau Penebang sebagai lokasi kawasan dilakukan dengan berbagai pertimbangan strategis, termasuk kedekatan dengan cadangan bauksit terbesar di Indonesia, serta akses logistik yang efisien," ujar Rasnius.
Ia menambahkan, akses transportasi laut merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan industri modern.
Sistem logistik yang terintegrasi dinilai berpengaruh terhadap efisiensi distribusi sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri di masa mendatang.
Secara geografis, Pulau Penebang berada di pesisir Kalimantan Barat yang terhubung dengan jalur pelayaran regional.
Posisi tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi industri berbasis pengolahan mineral yang membutuhkan dukungan logistik berskala besar.