Maruarar Sirait Pastikan Bunga Rumah Subsidi Aman, Begini Dukungan Menkeu Purbaya

photo author
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:58 WIB
Pemerintah telah memastikan bahwa suku bunga KPR bersubsidi tetap di angka 5 persen. (Unsplash/Arief Komarudin) (Foto: Ilustrasi )
Pemerintah telah memastikan bahwa suku bunga KPR bersubsidi tetap di angka 5 persen. (Unsplash/Arief Komarudin) (Foto: Ilustrasi )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kabar baik datang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap berada di angka 5 persen.

Kepastian ini disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

“Saya berterima kasih kepada Menteri Keuangan yang mendukung agar bunga rumah subsidi tidak naik. Bunga tetap 5 persen,” ujar Maruarar, atau yang akrab disapa Ara, di Jakarta, Rabu (15/10/2025). 

Baca Juga: Dari Rokok hingga Mobil Selundupan! Bea Cukai Kalbar Ungkap 437 Penindakan Bernilai Rp274 Miliar, Ini Daftar-nya

Kebijakan mempertahankan suku bunga KPR subsidi di tengah tekanan ekonomi global dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di sektor perumahan.

Ara menyebut, keputusan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, terutama mereka yang baru pertama kali membeli rumah.

“Pemerintah ingin memastikan agar MBR tetap bisa memiliki rumah layak tanpa terbebani kenaikan bunga,” tegasnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas fiskal dan mendorong pemerataan akses perumahan di seluruh Indonesia.

Selain menjaga bunga tetap rendah, pemerintah juga memperluas jangkauan bantuan perumahan. Tahun depan, kuota pembiayaan FLPP ditetapkan untuk 350.000 unit rumah, sedangkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan ditingkatkan secara besar-besaran.

“Tahun ini ada 45.000 unit rumah yang direnovasi melalui BSPS. Tahun depan, alokasi anggaran naik untuk 400.000 unit,” jelas Ara.

Program BSPS menyasar perbaikan rumah tidak layak huni yang jumlahnya masih mencapai sekitar 26,9 juta unit di seluruh Indonesia. Melalui program ini, masyarakat menerima bantuan stimulan agar bisa memperbaiki rumah secara mandiri dengan dukungan pemerintah.

Menteri Ara juga menyampaikan keyakinannya bahwa serapan anggaran di kementeriannya akan mencapai target hingga akhir 2025.

“Saya janjikan, pada Desember 2025 penyerapan kami paling tidak mencapai 96 persen,” katanya.

Baca Juga: Pelindo Mengajar, Komitmen Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi dalam mendukung program perumahan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X