BRImo merupakan produk andalan untuk melayani nasabah-nasabah yang lebih digital literate.
Keberhasilan produk BRImo terlihat dari nilai transaksinya yang sudah sudah sekitar Rp2.669 triliun hingga akhir Desember 2022.
Produk lainnya yang menurut Arga membanggakan adalah BRIspot, karena sebagai buah dari transformasi menjadi proses perbaikan secara digital di tataran internal.
BRIspot menjadi aplikasi yang di kalangan industri perbankan disebut dengan loan origination system atau alat bantu secara internal untuk bisa memproses permintaan-permintaan nasabah dalam mengajukan pinjaman dan kredit.
“Dalam satu hari itu, kawan-kawan kami di unit-unit kerja operasional bisa men-disbursed dari nasabah mikro sekitar Rp1 triliun. Itu tidak akan terjadi kalau tidak menggunakan BRIspot. Dulu tanpa adanya BRIspot memproses kredit itu rata-rata worst case-nya dua minggu. Dengan BRIspot kami bisa mempercepat proses kredit menjadi sekitar cuma dua hari saja. Bahkan pada banyak kasus dua jam selesai bila dokumennya lengkap,” katanya.
Arga mengatakan seluruh layanan dan produk digital BRI terus-menerus diperbaiki dengan menggunakan perspektif nasabah. Dengan demikian, pihaknya meyakini masih banyak ruang untuk dikembangkan. Hal itu pun dapat menjawab kebutuhan nasabah dengan lebih baik. ***
Artikel Terkait
BRI Jalin Kerja Sama dengan Oppo Indonesia Perluas Transaksi Digital
BRI Proaktif Ungkap Pelaku Pembuat dan Penyebar APK Palsu. Dukung Polri ungkap Kejahatan Perbankan
BRI Kembali Buka Program MAGENTA 2023, Persiapkan Generasi Muda Hadapi Era Revolusi Industri 4.0
BRI Sukses Bertransformasi Digital di Tengah Gempuran Disrupsi. Rahasianya, Diungkap Arga M Nugraha
BRI Optimistis Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global. Ternyata Ini Kiatnya