PONTIANAKGLOBE -- Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji minta aktivitas pengeboran sumur mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) karena merupakan pekerjaan risiko tinggi.
Menurutnya, bekerja di industri ini salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja kegiatan drilling yang melelahkan dan proses bekerja saat jam subuh.
"Pemboran di Sumur Benuang D-2 kegiatan risikonya sangat tinggi hendaknya tidak membuat para pekerja lengah karena keletihan dan jelang subuh saat orang sangat kantuk," kata Tutuka dari siaran pers Kementerian ESDM dikutip Pontianak Globe, Senin (23 Januari 2022).
Dia menjelaskan harus ada keseimbangan antara bekerja dan istirahat sehingga keselamatan operasional dan usaha migas tetap berjalan lancar.
Hal itu disampaikan Tutuka saat mungunjungi lokasi pengebroan sumur Benuang D-2 (BNG-D2) wilayah kerja pertamina EP Asset 2 Field Adera di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel).
Tutuka menjelaskan produktivitas kerja optimal tetapi mesti memahami Health, Safety, Security and Environment (HSSE) atau disebut K3 kepada pekerja Sumur Benuang D-2.
"K3 merupakan budaya kita semua saat ini, K3 menjadi nomor 1 dalam industri migas. Jika ada tindakan tidak biasa dalam operasi migas, perlu dikomunikasi ke semua pihak," ucapnya.
Sebagai informasi, lapangan Benuan diproduksi sejak 1941 dengan cadangan migas pada 1 Januari 2023 mencapai 38.9 MMBO dan produksi per November 2022 sudah mencapai 1.284 BOPD.