bisnis-market

Kemenperin Dorong Bahan Baku Cokelat Artisan Pasok Industri Domestik. Potensi Bisa Capai 10 Persen

Sabtu, 21 Januari 2023 | 22:21 WIB
Kakao bahan baku cokelat. (Sumber foto: Freepik/@wirestock)

PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Perindustrian terus meningkatkan pengembangan bahan baku cokelat artisan karena memiliki nilai jual tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan bahan baku cokelat artisan adalah biji kakao kelas tertinggi atau premium yang bisa mencapai harga mencapai Rp50.000 per kg atau 43% lebih tinggi dari harga biji kakao dibeli industri.

Menurut Putu, saat ini penerima pasar cokelat artisan dalam negeri masih kecil hanya sebesar 2% dari total konsumsi cokelat. "Dominan masih cokelat industrial dan fectionary," kata Putu dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Sabtu (21 Januari 2023).

Dia menjelaskan bahwa pangsa pasar cokelat artisan dalam negeri semestinya bisa mencapai 10% produknya yang tidak kalah dengan kualitas produsen cokelat secara global.

Sebagai informasi saat ini kapasitas cokelat artisan atau bean to bar mencapai 1.242 ton per tahun. Sementara itu, cokelat global sebanyak 462.126 ton per tahun.

Secara umum, nilai ekspor cokelat dari Tanah Air sebesar 319.413 ton atau 85% dengan tujuan 96 negara. Industri pengolahan coklat Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Belanda dan Pantai Gading.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Sulawesi Tengah adalah daerah penghasil kakao terbesar Indonesia dengan produksi 130.600 ton pada 2021.

Provinsi lain adalah Sulawesi Tenggara dengan produksi 114.800 ton per tahun. Daerah ketiga terbesar adalah Sulawesi Selatan sebear 107.100 ton.

Tags

Terkini