Industri Kakao Indonesia Moncer, Ekspor Gemilang US$1 Miliar

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Selasa, 15 November 2022 | 08:15 WIB
Saat ini di Indonesia ada 11 industri pengolahan kakao sektor intermediate dengan kapasitas mencapai 739.250 ton per tahun. (Foto: Pixabay)
Saat ini di Indonesia ada 11 industri pengolahan kakao sektor intermediate dengan kapasitas mencapai 739.250 ton per tahun. (Foto: Pixabay)

PONTIANAKGLOBE -- Pemerintah akan fokus memacu hilirisasi pengolahan kakao agar nilai ekspor komoditas itu pada tahun-tahun mendatang kian mengkilap setelah nilai ekspor selama 2021 s/d 2021 mampu mencapai US$1 miliar.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika mengatakan industri pengolahan kakao mampu menyumbang devisa hingga lebih dari US$1 miliar pada 2020 dan 2021.

"Sementara itu, sebesar 85% atau 319.431 ton dari total volume produksi industri pengolahan kakao telah diekspor ke 96 negara, di antaranya ke Amerika Serikat, India, China, Estonia, dan Malaysia," kata Putu dari siaran pers Kemenperin dikutip Pontianak Globe, Selasa (15 November 2022).

Fokus hilirisasi mencakup pemberian insentif tax allowance untuk industri pengolahan cokelat, baik investasi baru maupun perluasan.

Tidak hanya itu saja, pemerintah menyiapkan pemberian super deduction tax bagi industri yang berinvestasi untuk pengembangan SDM maupun R&D, serta mendorong dan memfasilitasi kemitraan antara industri pengolahan kakao dan kelompok tani.

Pemerintah juga akan memberikan fasilitasi promosi bagi produk olahan kakao dari industri dalam negeri di berbagai ajang pameran tingkat internasional, baik yang diselenggarakan di Indonesia maupun luar negeri.

Salah satunya adalah penyelenggaraan pameran SIAL Interfood 2022 yang turut mendukung Peringatan Hari Kakao Indonesia.

Dalam rangkaian pameran SIAL Interfood 2022 di Jakarta,Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin turut berpartisipasi dalam mempromosikan industri pengolahan kakao nasional melalui pendirian Cocoa Pavilion seluas 54 meter persegi (m2), yang diisi oleh 10 pelaku usaha industri pengolahan kakao dan cokelat.

Dia mengatakan saat ini ada 11 industri pengolahan kakao sektor intermediate dengan kapasitas mencapai 739.250 ton per tahun. Selanjutnya, terdapat 900 industri pengolahan cokelat, dan 31 artisan cokelat (bean to bar).

“Utilisasi industri pengolahan kakao berskala besar mencapai 54%. Pemerintah juga sedang mendorong berkembangnya para artisan yang berpotensi memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar lagi,” paparnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: Kemenperin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X